Anggota DPRD Kecewa
KARAWANG, Spirit
Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Karawang, kecewa atas kabar terlantarnya atlet asal daerah ini di Pekan Olah Raga Daerah (Porda) Jawa Barat XII 2014 di Kabupaten Bekasi. Harusnya semua atlet yang berjuang untuk mengharumkan nama Karawang diperhatikan.
“Saya kecewa kalau sampai terjadi seperti ini. Kalau memang ada anggaran yang irasional, ya kami akan dorong. Harusnya atlet yang berjuang untuk mengharumkan nama Karawang tersebut diapresiasi dan diperhatikan,” kata anggota Komisi D DPRD Kabupaten Karawang, Jajat Sudrajat, di ruang kerjanya, Kamis (20/11).
Ia menambahkan, jika anggaran daerah mencukupi, maka layak dianggarkan untuk memberikan kepastian kelanjutan kehidupannya. “Pekerjaan, pendidikan, dan jaminan lain sebagai bagian stimulus mereka harusnya diperhatikan agar lebih berprestasi lagi,” tandas Ketua DPC PKS Karawang ini.
Selain itu, pihaknya juga menyesalkan Wakil Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, yang belum sekalipun datang ke home base atletnya asal daerah terseut. “Padahal kehadiran Cellica yang saat ini menjadi pucuk pimpinan Karawang sangat dibutuhkan untuk mensupport atlet Karawang. Tentu kami menyesalkan. Boleh dikatakan atlet kan pejuang. Tentu butuh untuk disupport dan dimotivasi saat bertanding.”
Dikatakannya, dengan berakhirnya PORDA pada 23 November mendatang, pihaknya mengusahakan segera meninjau ke lokasi PORDA. “Hari ini saya akan melakukan komunikasi dengan Ketua Komisi D, Pendi Anwar, untuk melakukan kunjungan ke lokasi guna memberi support bagi atlet. Maklum beberapa hari belakangan ini, kami masih sibuk dengan agenda dewan yang padat.”
Dalam kesempatan lain, pemerhati olahraga Karawang, Lukman Iraz, pun ikut angkat bicara. Ia meminta DPRD setempat segera memanggil KONI Kabupaten Karawang, guna mengevaluasi kinerjanya.
“Mirisnya, atlet yang tertelantarkan tersebut merupakan atlet yang mempunyai potensi membanggakan nama Karawang. Seharusnya mereka mendapatkan fasilitas dan perhatian yang lebih baik dari KONI dan pemkab,” ujar Lukman.
Meskipun anggaran yang diterima KONI dari Pemkab setempat, kata dia, telah disalurkan kepada setiap cabang olah raga (cabor), KONI harus tetap menunjukan tanggungjawabnya. “Seyogyanya KONI tidak lepas tangan. Jangan sampai terdengar lagi cerita pilu serupa dari para atlet kita.”
Tragisnya lagi, menurut dia, para pendamping atlet hanya datang semata-mata untuk mengambil insentif saja. “Kemudian mereka kembali lagi ke Karawang. Oleh karenanya, saya meminta DPRD segera bertindak, panggil KONI dan evaluasi.”
Ia berharap, Pemkab Karawang membuka mata dan memikirkan nasib “para pejuang” tersebut. “Mereka kan telah mengharumkan nama Karawang. Jangan sampai lah nantinya mereka melakoni profesi yang termajinalkan. Kan bisa mereka direkrut menjadi tenaga honorer di BUMN/D (badan usaha milik negara/daraeh). Hal tersebut tentunya akan menjadi motivasi terhadap kader-kader atlet baru,” kata anggota KAHMI Karawang ini.(top)







Posting Komentar