New Videos from Youtube
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Singkong Ternyata Bukan Makanan Asli Indonesia

Singkong menjadi topik pembicaraan hangat setelah baru - baru ini Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara  mengeluarkan Surat Edaran agar PNS dan kantor pemerintahan melakukan penghematan dan bergaya hidup sederhana. Salah satu pointnya agar Kantor - Kantor Pemerintahan tidak menyediakan makanan atau buah import dan diganti dengan makanan dan buah produk dalam negeri salah satunya dengan gamblang Menpan menyerukan agar kantor - kantor menyediakan panganan Singkong sebagai makanan khas dalam negeri , namun apakah anda tahu asal usul Singkong

Singkong, yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu (Manihot esculanta) dalam bahasa Inggris bernama Cassava, adalah pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran. Singkong merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam.

Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia. Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin.

Sejarah Budidaya dan Penyebarannya

Singkong mulai dibudidayakan manusia (domestikasi) di Amerika Selatan, khususnya di Brasil dan Paraguay, sejak kurang lebih 10 ribu tahun yl. Walaupun demikian, bukti-bukti arkeologis budidaya singkong justru banyak ditemukan di kebudayaan Indian Maya, tepatnya di Meksiko dan El Salvador. Bentuk-bentuk modern dari spesies yang telah dibudidayakan dapat ditemukan bertumbuh liar di Brasil selatan. Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak, semua varitas M. esculenta dapat dibudidayakan.

Di Hindia Belanda (sekarang Indonesia)

Singkong mulai ditanam secara komersial di wilayah Kepulauan Hindia sekitar tahun 1810, setelah sebelumnya diperkenalkan orang Portugis pada abad ke-16 dari Brasil. Menurut Haryono Rinardi dalam Politik Singkong Zaman Kolonial, singkong masuk ke Indonesia dibawa oleh Portugis ke Maluku sekira abad ke-16. Tanaman ini dapat dipanen sesuai kebutuhan. “Sifat itulah yang menyebabkan tanaman ubi kayu seringkali disebut sebagai gudang persediaan di bawah tanah,” tulis Haryono.

Butuh waktu lama singkong menyebar ke daerah lain, terutama ke Pulau Jawa. Diperkirakan singkong kali pertama diperkenalkan di suatu kabupaten di Jawa Timur pada 1852. “Bupatinya sebagai seorang pegawai negeri harus memberikan contoh dan bertindak sebagai pelopor. Kalau tidak, rakyat tidak akan mempercayainya sama sekali,” tulis Pieter Creutzberg dan J.T.M. van Laanen dalam Sejarah Statistik Ekonomi Indonesia.

Namun hingga 1876, sebagaimana dicatat H.J. van Swieten, kontrolir di Trenggalek, dalam De zoete cassave (Jatropha Janipha) yang terbit 1875, singkong kurang dikenal atau tidak ada sama sekali di beberapa bagian Pulau Jawa tapi ditanam besar-besaran di bagian lain. “Bagaimanapun juga, singkong saat ini mempunyai arti yang lebih besar dalam susunan makanan penduduk dibandingkan dengan setengah abad yang lalu,” tulisnya, sebagaimana dikutip Creutzberg dan van Laanen.
Sampai sekitar tahun 1875, konsumsi singkong di Jawa masih rendah. Baru pada permulaan abad ke-20, konsumsinya meningkat pesat. Pembudidayaannya juga meluas. Terlebih rakyat diminta memperluas tanaman singkong mereka.

Peningkatan penanaman singkong sejalan dengan pertumbuhan penduduk Pulau Jawa yang pesat. Ditambah lagi produksi padi tertinggal di belakang pertumbuhan penduduk. “Singkong khususnya menjadi sumber pangan tambahan yang disukai,” tulis Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto dalam Sejarah Nasional Indonesia V. Hingga saat ini, singkong telah menjadi salah satu bahan pangan yang utama, tidak saja di Indonesia tetapi juga di dunia. Di Indonesia, singkong merupakan makanan pokok ketiga setelah padi-padian dan jagung.

Hindia Belanda pernah menjadi salah satu pengekspor dan penghasil tepung tapioka terbesar di dunia. Di Jawa banyak sekali didirikan pabrik2 pengolahan singkong untuk dijadikan tepung tapioka.

Seperti dalam buku Handbook of the Netherlands East Indies, pada tahun 1928 tercatat 21,9% produksi tapioka diekspor ke Amerika Serikat, 16,7% ke Inggris, 8,4% ke Jepang, lalu 7% dikirim ke Belanda, Jerman, Belgia, Denmark dan Norwegia. Biasanya tepung olahan singkong tersebut dimanfaatkan sebagai bahan baku lem dan permen karet, industri tekstil dan furniture.

Singkong adalah nama lokal di kawasan Jawa Barat untuk tanaman ini. Nama "ubi kayu" dan "ketela pohon" dipakai dalam bahasa Melayu secara luas. Nama "ketela" secara etimologi berasal dari kata "castilla" (dibaca "kastilya"), karena tanaman ini dibawa oleh orang Portugis dan Castilla (Spanyol).

Dalam bahasa lokal, bahasa Jawa menyebutnya pohung, bahasa Sangihe bungkahe, bahasa Tolitoli kasubi, dan bahasa Sunda sampeu.

Penutup: Singkong vs Keju

Kenapa singkong selalu dihubungkan dengan keju untuk membandingkan antara orang miskin dan orang kaya, rakyat jelata dan priyayi dll?

Diperkirakan saat masuknya singkong dibawa oleh orang Portugis bersamaan juga dengan diperkenalkannya makanan keju. Keju berasal dari bahasa portugis Queijo. Dan ketika Belanda berkuasa, semakin dikenalkanlah makanan ini. Ketika banyak rakyat pribumi dengan mudah menanam dan mengolah singkong menjadi bahan makanan, keju "pemasaran"nya dibatasi agar tidak sembarang orang bisa membuat dan mengolah keju, keju pun hanya beredar di kalangan2 tertentu saja, umumnya orang Belanda dan Eropa lainnya, serta kaum pribumi terpandang (jutawan, bangsawan).

Namun, menurut Marwati dan Nugroho, karena dipandang lebih rendah daripada padi sebagai bahan pangan pokok, singkong memiliki reputasi buruk di kalangan pakar ekonomi pertanian.

Kandungan proteinnya lebih rendah daripada padi dan peningkatan konsumsi per kapitanya biasanya dipandang sebagai tanda kemiskinan. Kendati demikian, peralihan ke singkong menjadi bukti bagi dinamika pertanian tanaman pangan Pulau Jawa pada masa akhir kolonial.

Sumber:JEJAK KISAH SEJARAH (sp)

Apa & Siapa Di Balik Vaksin & Imunisasi?

SEORANG dokter di sebuah kota kecil di Jawa Barat beberapa tahun yang lalu berkata dalam sebuah forum: “Tiga anak saya satupun tidak ada yang diimunisasi. Dan mereka semua baik-baik saja!” Pernyataan sang dokter sontak membuat semua orang yang tengah bersamanya terkejut. Sebagian mengernyitkan kening. Sebagian lain tampak sudah tahu dari berbagai referensi terutama internet. Sebagian lain tiba-tiba saja menjadi was-was.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, imunisasi menjadi sebuah perhatian besar bagi keluarga muda yang melek media dan teknologi.

Jika kita merunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, kita dapat menemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller. Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia, dan mereka adalah bagian dari Zionisme Internasional.

Dan kenyataannya, mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya : The UN’s WHO was established by the Rockefeller family’s foundation in 1948 the year after the same Rockefeller cohort established the CIA. Two years later the Rockefeller Foundation established the U.S. Government’s National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), and earlier, the nation’s Public Health Service (PHS). (Dr. Leonard Horowitz dalam “WHO Issues H1N1 Swine Flu PropagAnda”).

Dilihat dari latar belakang WHO, jelas bahwa vaksinasi modern (atau kita menyebutnya imunisasi) adalah salah satu campur tangan (baca : konspirasi) Zionisme dengan tujuan untuk menguasai dan memperbudak seluruh dunia dalam “New World Order” mereka.

Apa Kata Para Ilmuwan Tentang Vaksinasi?

“Satu-satunya vaksin yang aman adalah vaksin yang tidak pernah digunakan.” (Dr. James R. Shannon, mantan direktur Institusi Kesehatan Nasional Amerika).

“Vaksin menipu tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang. Sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun.” (Dr. Richard Moskowitz, Harvard University).

“Kanker pada dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan. Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorang pun dari mereka yang terkena kanker tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.” (Dr. W.B. Clarke, peneliti kanker Inggris).

“Ketika vaksin dinyatakan aman, keamanannya adalah istilah relatif yang tidak dapat diartikan secara umum.” (dr. Harris Coulter, pakar vaksin internasional)

“Kasus polio meningkat secara cepat sejak vaksin dijalankan. Pada tahun 1957-1958 peningkatan sebesar 50%, dan tahun 1958-1959 peningkatan menjadi 80%.” (Dr. Bernard Greenberg, dalam sidang kongres AS tahun 1962).

“Sebelum vaksinasi besar besaran 50 tahun yang lalu, di negara itu (Amerika) tidak terdapat wabah kanker, penyakit autoimun, dan kasus autisme.” (Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional).

“Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syarat, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple, dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah di seluruh dunia saat ini.” (Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika).

“Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.” (Dr. William Hay, dalam buku “Immunisation: The Reality behind the Myth”).

Dan masih banyak lagi pendapat ilmuwan yang lainnya. Dan ternyata faktanya di Jerman para praktisi medis, mulai dokter hingga perawat, menolak adanya imunisasi campak. Penolakan itu diterbitkan dalam “Journal of the American Medical Association” (20 Februari 1981) yang berisi sebuah artikel dengan judul “Rubella Vaccine in Suspectible Hospital Employees, Poor Physician Participation”. Dalam artikel itu disebutkan bahwa jumlah partisipan terendah dalam imunisasi campak terjadi di kalangan praktisi medis di Jerman. Hal ini terjadi pada para pakar obstetrik, dan kadar terendah lain terjadi pada para pakar pediatrik. Kurang lebih 90% pakar obstetrik dan 66% parak pediatrik menolak suntikan vaksin rubella.

Apa rahasia di balik vaksin dan imunisasi

Menurut penelitian tentang imunisasi yang telah di lakukan sejak beberapa tahun lalu. Vaksin yang telah diproduksi dan dikirim ke berbagai tempat di belahan bumi ini (terutama negara muslim, negara dunia ketiga, dan negara berkembang), adalah sebuah proyek untuk mengacaukan sifat dan watak generasi penerus di negara-negara tersebut. Vaksin tersebut dibiakkan di dalam tubuh manusia yang bahkan kita tidak ketahui sifat dan asal muasalnya. Kita tahu bahwa vaksin didapat dari darah sang penderita penyakit yang telah berhasil melawan penyakit tersebut. Itu artinya dalam vaksin tersebut terdapat DNA sang inang dari tempat virus dibiakkan tersebut. Pernahkah Anda berpikir apabila DNA orang asing ini tercampur dengan bayi yang masih dalam keadaan suci?

DNA adalah berisi cetak biru atau rangkuman genetik leluhur-leluhur kita yang akan kita warisi. Termasuk sifat, watak, dan sejarah penyakitnya. Lalu apa jadinya apabila DNA orang yang tidak kita tahu asal usul dan wataknya bila tercampur dengan bayi yang masih suci? Tentunya bayi tersebut akan mewarisi genetik DNA sang inang vaksin tersebut.

Pernahkan Anda terpikir apabila sang inang vaksin tersebut dipilih dari orang-orang yang terbuang, kriminal, pembunuh, pemerkosa, peminum alkohol, dan sebagainya?

Dari banyak sumber yang saya dengar selama ini, penelitian tentang virus dilakukan kepada para narapidana untuk menghemat biaya penelitian, atau malah mungkin hal itu disengaja? Zat-zat kimia berbahaya dalam vaksin. Vaksin mengandung substansi berbahaya yang diperlukan untuk mencegah infeksi dan meningkatkan performa vaksin. Seperti merkuri, formaldehyde, dan aluminium, yang dapat membawa efek jangka panjang seperti keterbelakangan mental, autisme, hiperaktif. alzheimer, kemandulan, dll. Dalam 10 tahun terakhir, jumlah anak autis meningkat dari antara 200 – 500 % di setiap negara bagian di Amerika.

Babi dalam Vaksin?

Penggunaan asam amino binatang babi dalam vaksin bukanlah berita yang baru. Bahkan kaum Muslim dan Yahudi banyak yang menentang hal ini karena babi memang diharamkan, seperti tertuang dalam Qur’an ayat berikut : “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (Qur’an surah Al-Maidah (5) ayat 3).

Bahkan dalam Perjanjian Lama (Taurat) juga disebutkan : “Jangan makan babi. Binatang itu haram karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak. Dagingnya tidak boleh dimakan dan bangkainya pun tak boleh disentuh karena binatang itu haram.”(Imamat 11 : 7-8).

Sumber:islampos.com

10 Produk Teknologi yang Akan Punah

Teknologi selalu berkembang. Yang dianggap ketinggalan zaman dibuang, yang baru dan lebih canggih dirangkul.

Teknologi selalu berkembang. Yang dianggap ketinggalan zaman dibuang, yang baru dan lebih canggih dirangkul.

Modernisasi kerap kali mengeluarkan produk-produk baru yang lebih canggih sekaligus mudah. Tak jarang, kehadiran produk berteknologi baru ini justru pelan-pelan mematikan produk lama yang sudah banyak digunakan.

Fenomena ini memang berbeda di masing-masing negara. Untuk negara maju yang lebih cepat terpapar teknologi baru, barang-barang lama akan langsung terbuang dalam hitungan bulan. Namun di negara kedua bahkan ketiga, teknologi lama mungkin masih setia menemani aktivitas masyarakatnya.

Mengutip laman Emirate247, berikut ini adalah teknologi maju pada zamannya yang saat ini masih kita pakai namun lambat laun akan segera hilang digerus kemajuan zaman.

Mesin Faks

Teknologi ini masih menjadi bahan perdebatan. Banyak yang menganggap mesin faks lebih tepat untuk dokumen yang dirasa terlalu besar bagi e-mail (surat elektronik). Namun gabungan antara e-mail dengan scanners bisa mengalahkan mesin faks. Jadi apa masih ada yang mengandalkan mesin faks?

Ya, terutama kantor-kantor hukum, asuransi dan bank masih mengandalkan mesin faks. Meski mereka tahu pengoperasian dan pemeliharaan mesin faks mahal, tidak nyaman dan resolusinya rendah. Namun bagi yang tidak punya e-mail, mesin faks satu-satunya andalan.

Roll Film

Sekarang semua kamera serba digital - mengandalkan kartu memori sehingga ruang simpannya lebih besar dan jika ada hasil foto yang jelek bisa dihapus dan foto ulang.

Namun beberapa tukang foto mengaku masih setia dengan kamera yang menggunakan roll film. Mereka menganggap hasil cetak dari roll film lebih tahan lama dan tajam dari kamera digital.

Disk DVD dan Blu-Ray

Sebenarnya ini masalah tempat menyimpan data, antara yang fisik dan digital. Dengan semakin menjamurnya layanan data awan, tempat penyimpanan secara fisik menggunakan disk semakin berkurang. Selain itu, download atau streaming movie lebih efisien dan efektif dibanding harus membakarnya dalam keping disk dan kemudian menontonnya melalui pemutar khusus. Keping disk yang tergores juga menjadi masalah baru.

Disk CD

Download lagu dan langsung memutarnya di komputer lebih efisien daripada harus membakarnya dalam keping CD. Apalagi saat ini, hampir semua alat hiburan sudah mendukung pemutar lagu digital.

Kunci Mobil

Teknologi key-less entry yang ditanamkan di mobil-mobil keluaran baru bakal menggusur penggunaan kunci mobil di masa depan.

Sambungan Telepon Jarak Jauh

Teknologi yang dulu dikenal sebagai interlokal ini bakal tergusur dengan teknologi chat online dan panggilan melalui internet (VoIP).

Apalagi sekarang hampir semua layanan panggilan melalui internet gratis, meski ada yang berbayar, tapi sangat murah sekali.

Jam Alarm

Jam alarm tradisional sepertinya sudah mulai tergantikan dengan jam alarm digital yang terdapat pada smartphone, jam tangan, dan perangkat mobile lainnya.

Selain jam alarm digital, pengguna smartphone juga dapat bonus berupa aplikasi penunjang lainnya seperti kalender, kalkulator, timer, peta dan lainnya.

Peta

Peta dari kertas mungkin masih digunakan untuk saat-saat tertentu. Tapi lambat laun, mereka akan tergantikan dengan peta digital yang dibenamkan di perangkat mobile.

Telepon Umum

Mungkin ini masih berguna jika di Indonesia, karena tidak semua orang di Indonesia memiliki ponsel. Selain itu, ada kebijaksanaan di sekolah-sekolah di Indonesia yang melarang siswanya membawa ponsel. Tapi dalam dedake terakhir, telepon umum hampir tidak bisa ditemui karena tergantikan dengan ponsel.

Video Kaset dan Pemutarnya


Siapa yang masih menggunakan video kaset atau VHS saat ini? Semuanya sudah diganti dengan digital player dan komputer serta televisi pintar.

(Sumber:dream.co.id)

Terbongkar, 2000 Siswa Nyontek Pakai Alat Canggih Saat UN

Menggunakan alat canggih seperti di film-film spionase.



 

Sekira 2.440 siswa di China yang sedang mengikuti ujian nasional terindikasi melakukan kecurangan menggunakan alat canggih. Alat yang kerap digunakan dalam film-film spionase.

Menurut koran pemerintah, pihak pengawas ujian mendeteksi gelombang radio yang tidak biasa sedang digunakan untuk mengirim jawaban kepada peserta ujian yang menggunakan alat pendengar nirkabel. Para peserta ujian juga ketahuan menggunakan penghapus elektronik.

Lebih dari 25 ribu siswa mengikuti ujian untuk menjadi apoteker di barat laut kota Xian pada 18 dan 19 Oktober. Ujian itu digelar di tujuh tempat terpisah.

Untuk membocorkan jawaban, jaringan joki ujian mengirim peserta palsu untuk menjawab soal-soal ujian. Setelah selesai, dia keluar dan mem-broadcast jawaban kepada korbannya yang sudah membayar US$ 330 per anak.

Menurut seorang konsultan pendidikan di Beijing, Jiang Xueqin, sistem pendidikan di China telah berperan dalam budaya mencontek ini.

"Kecurangan ini begitu meluas karena pemerintah hanya fokus agar peserta mendapat ijazah, bukan keterampilan yang dibutuhkan di tempat kerja."

Xueqin menambahkan, tempat-tempat ujian harusnya mempunyai metal detector untuk menekan penggunaan alat kecurangan. Jika perlu keamanannya lebih tinggi daripada yang di bandara.

Du Fangshui, kepala ujian setempat, mengatakan siapa saja yang ketahuan berbuat curang dilarang mengikuti ujian lagi selama dua tahun.



(Ism, Sumber: CNN)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. POTRET KARAWANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger