New Videos from Youtube
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Gubernur Janjikan Bonus bagi Persib


BANDUNG, Spirit 
Gubernur Jabar, H Ahmad Heryawan, menjanjikan bonus atau "kadeudeuh" bagi tim Persib "Maung Bandung" yang menjuarai Liga Super Indonesia (LSI) 2014.

"Ya bonus pasti ada buat Persib," kata Gubernur Heryawan pada acara Hitung Mundur 666 Hari Menjelang PON XIX/2016 di Dago Car Free Day Kota Bandung, Minggu (9/11).

Menurut Heryawan, Persib sangat pantas menjadi juara LSI 2014 karena telah membuktikan kerja keras dan keuletannya mengalahkan tim kuat Persipura Jayapura. 

"Sukses Persib tak hanya sukses bagi Kota Bandung, tapi juga kebanggaan warga Jabar," kata Heryawan yang pada kesempatan itu mengenakan kostum Persib Bandung bertuliskan "Persib Juara".

Namun demikian, Gubernur enggan menyebutkan angka pasti bonus yang akan diberikan kepada tim kebanggaan Kota Bandung itu. Ketika ditanyakan kisarannya Rp 2 miliar, dia hanya tersenyum.
"Ya setengahnya ya," katanya.

Tim Persib yang berhasil mengakhiri penantian 19 tahun untuk menjadi juara LSI itu mendapat guyuran bonus. Antara lain dari Manajer Persib, Rp 1 miliar, Pemkot Bandung dan juga rencananya dari Gubernur Jabar.

Hadiah umroh
Selain itu, Manajer Persib, H Umuh Muhtar juga akan membawa seluruh pemainnya "Maung Bandung" umrah ke tanah suci Mekah

Sementara terkait belasan bobotoh Persib Bandung yang terluka, Pemkot Bandung akan menanggung semua biaya pengobatan. Merreka terluka akibat penyerangan suporter tim Jakarta saat perjalanan dari Palembang ke Bandung.

"Ada sejumlah bobotoh yang terluka dan harus mendapat perawatan karena luka akibat penyerangan itu. Pemkot Bandung akan menanggung biaya pengobatan mereka," kata Wali Kota Bandung, H Ridwan Kamil di Bandung, Minggu (9/11).

Menurut Ridwan Kamil, dirinya sudah meninjau ke sejumlah rumah sakit yang merawat bobotoh terluka di RS Halmahera dan RS Hasan Sadikin Bandung. Selain itu, juga ada seorang bobotoh yang dirawat di RS Mata Cicendo Bandung.

Berdasarkan laporan yang diterima, katanya, ada sekitar 25 bobotoh yang luka-luka dari kejadian penyerangan dan penyergapan oleh kelompok suporter di kawasan Tangerang dan Jakarta itu.

"Ada sekitar 25 orang, namun hanya tinggal lima atau enam orang saja yang dirawat. Sisanya sudah pulang ke rumah masing-masing," katanya.

Ia mengaku, sangat prihatin karena penyerangan itu masih terjadi. Padahal, tidak ada kaitannya dengan tim suporter penyerang itu.

"Sangat disayangkan ini kembali terjadi. Ke depan perlu ada pendekatan kultural untuk mendamaikan kedua kelompok suporter ini. Saya akan cari cara kultural," katanya. 

Bandung Gelar Pesta Persib Juara





Pemain dan Ofisial Diarak Keliling Kota  

BANDUNG, Spirit  
Puncak pesta kemenangan Persib Bandung yang meraih Juara Liga Super Indonesia (LSI) 2014 membirukan jalanan Kota Bandung. Bahkan, melumpuhkan sejumlah ruas jalan utama di Kota Kembang, Minggu (9/11).

Kegiatan mengarak Tim Persib dan Pesta Rakyat digelar sejak pukul 14.00 WIB itu, membuat jalanan Kota Bandung dikuasai bobotoh (suporter fanatik Persib) yang berdatangan dari sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat.

Arak-arakan Tim Persib menggunakan bus wisata Bandros berlangsung mulai pukul 14.00 WIB dengan start dari Halaman Mapolda Jabar di Jalan Soekarno-Hatta Kota Bandung.

Terbesar sedunia
Persib membuktikan sebagai salah satu tim sepak bola dengan pendukung terbesar di dunia. Pesta arak-arakan Minggu (9/11) petang itu juga menjadi tidak terkendali setelah bobotoh "menguasai" jalanan Kota Bandung yang mengakibatkan kemacetan total di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Kembang.

Seluruh pemain, ofisial dan pejabat Pemkot Bandung ikut dalam rombongan bus wisata berlantai dua itu. Piala LSI  2014 juga dipamerkan di atas bus berwarna merah yang dipasangi baner bertuliskan Persib Juara.

Para pemain dan ofisial Persib berada di atas bus itu mengenakan pita hitam sebagai bentuk keprihatinan terhadap bobotoh yang terluka akibat serangan kelompok suporter di kawasan Tangerang dan Jakarta.

Pelaksanaan arak-arakan itu keluar dari jadwal, akibat padatnya arus lalu lintas akan dilintasi bobotoh dan warga Bandung yang menonton prosesi itu, mengakibatkan jadwal perjalanan rombongan molor dari jadwal.

Warga Kota Bandung berjejer di Cicaheum - Kiara Condong - Flyover Kircon Gatsu. Warga juga sudah berkerumun sejak pukul 11.00 WIB di jalur Jalan Sudirman - Rajawali - Pajajaran yang ternyata tidak jadi dilintasi rombongan itu.

Bahkan bobotoh dan warga Bandung yang ikut merayakan pesta kemenangan Persib dengan menggunakan kendaraan juga mendominasi sejumlah jalan lainnya yang tidak dilintasi rombongan.

Kemacetan arus lalu lintas tidak bisa dihindarkan di Kota Kembang pada akhir pekan ini. Hampir seluruh jalan yang mengakses ke pusat Kota Bandung dilanda kemacetan luar biasa. Bahkan, di beberapa ruas jalan di kawasan Gasibu, Alun-Alun Bandung terjadi kemacetan total akibat jalanan dikuasai bobotoh yang tumplek di pinggir jalan.

Sementara itu konsentrasi bobotoh terjadi di kawasan Gasibu Bandung yang menjadi titik Pesta Rakyat menyambut kemenangan Persib Bandung.

Pesta terbesar 
Pesta kemenangan Persib menjadi Juara LSI  2014 dipastikan menjadi yang terbesar di sepanjang sejarah pesta kemenangan Persib Bandung.

"Terakhir pada tahun 1995 pesta penyambutan tim dilakukan, namun kali ini pesta kemenangan terbesar dari bobotoh," kata seorang bobotoh asal Jalan Pangarang Kota Bandung, H Ilham.

Ia menyebutkan, kali ini Pemkot Bandung menggelar Pesta Rakyat dan arak-arakan secara khusus yang diikuti bobotoh tak hanya di Bandung Raya tapi juga bobotoh dari sejumlah kabupaten/kota di Jabar.

"Tahun 1995 waktu itu pesta penyambutan Tim Persib dilakukan dari Situ Ciburuy Padalarang, karena saat itu belum ada jalan tol Cipularang. Lewat Cimahi - Cibeureum - Balaikota Bandung," katanya.

Waktu itu lautan biru juga terjadi di sepanjang jalur itu. Namun, pada Minggu (9/11) bobotoh yang hadir ke Kota Bandung mencapai jumlah terbesar.

"Saya berharap ini menjadi energi positif bagi Persib dan juga dunia olah raga di Jawa Barat," kata H Ilham.

Namun, di lain pihak pesta kemenangan Persib Bandung itu menuai kritik dari masyarakat karena mengakibatkan kemacetan di mana-mana di sejumlah ruas jalan utama di Kota Bandung. Bahkan, mengakibatkan arus lalu lintas dua jalur menjadi satu jalur karena didominasi bobotoh.

Seperti di Jalan Cibiru - Cicaheum yang merupakan jalur padat pada Minggu petang menjadi satu jalur dari selatan ke utara (Bandung), kemudian di Jalan A Yani dan Gatot Subroto juga menjadi jalur satu arah.

Sejumlah pengendara terjebak di tengah-tengah euforia bobotoh karena tidak bisa melintas, bahkan terjebak kemacetan total di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung.

"Saya kira pesta ini jadi tidak terkendali karena jumlah bobotoh yang ikut dalam arak-arakan ini jumlahnya melebihi dari yang diprediksi," kata seorang pengendara yang terjebak macet di Jalan Gatsu Kota Bandung, Deni Firmansyah.

Bobotoh yang berhenti sembarangan di pinggir jalan bahkan di tengah jalan, mengakibatkan arus lalu lintas tersendat tidak bisa melintas.

358 Kontingen Porda Diberangkatan

Cellica : Semua Atlet Asli Karawang

KARAWANG, Spirit
Sebanyak 358 atlet Kabupaten Karawang dilepas untuk mengikuti Pekan Olah Raga Daerah (Porda) Jawa Barat XII di Bekasi. Pelepasan kontingen porda dilakukan Wakil Bupati Karawang, dr. Cellica Nurachadiana di Lapangan Karang Pawitan Karawang, Jumat (7/11).

Pada kesempatan tersebut, Wabup Cellica 
meminta kepada kontingan Porda Karawang untuk bekerja keras meraih prestasi dengan mendapatkan medali emas.

"Saya apresiasi karena baru kali ini kontingen porda terdiri atas atlet-atlet asli Karawang," katanya.
Ia menuturkan, dalam gelaran porda, pemkab  mengharapkan atlet terbaik Karawang mampu meraih prestasi yang maksimal. Yakni dengan masuk dalam 10 besar tingkat Jawa Barat.

Ia mengakui, untuk mencapai target tersebut tentu saja bukan hal yang mudah. Akan tetapi, hal itu bisa diraih atlet Karawang dengan latihan yang maksimal.

"Saya yakin kontingen Karawang mampu memberikan yang terbaik untuk Karawang," tuturnya.

Hasil pembinaan 
Sementara itu, Ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Karawang, Aries Suparno mengatakan, saat ini sebanyak 358 atlet dan ofisial dilepas untuk berjuang dalam gelaran Porda XII Jawa Barat di Kabupaten Bekasi, November 2014.

Ia mengatakan, dari kontingen Kabupaten Karawang tersebut terdiri atas 268 atlet, 61 pelatih, dan 28 ofisial.

Dalam porda kali ini, kata Aries, KONI menargetkan Karawang untuk masuk dalam 10 besar dengan terget mampu meraih 20 medali. 

"Kami targetkan mampu meraih 10 besar," katanya. 

Aries mengatakan, atlet tersebut merupakan binaan asli Karawang yang sudah dipersiapkan sejak 2010. Mereka digodok dengan program Karawang unggul. 

"Mereka ini semua asli Karawang," katanya. 

Akan tetapi, katanya, persiapan porda seolah-olah tidak dipersiapkan dengan baik oleh panitia pelaksana. Pasalnya, beberapa venue saat ini masih belum siap untuk digunakan, salah satunya venue cabang dayung. 

Untuk itu, seharusnya PB Porda di Kabupaten Bekasi segera melakukan perbaikan dengan pengangkatan eceng gondok, karena tidak layak digunakan.

"Saat ini kondisinya tidak layak untuk digunakan, karena jauh dari standar," katanya. (teguh)

Persib Juara ISL 2014

Kalahkan Persipura Lewat  Adu Penalti 

PALEMBANG, Spirit
Persib Bandung menjuarai kompetisi sepak bola Liga Super Indonesia (ISL) 2014 setelah pada pertandingan final di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumsel, Jumat (7/11) malam mengalahkan Persipura Jayapura melalui adu penalti. Pertandingan yang seimbang, menguras tenaga, menegangkan, dan diwarnai dua kartu merah bagi masing-masing tim, akhirnya menjadi milik Persib setelah Ahmad Jufriyanto yang menjadi algojo kelima berhasil menaklukkan kiper Persipura, Dede Sulaiman.

Adu penalti dimenangi Persib 5-3, setelah hingga perpanjangan waktu berakhir imbang 2-2.

Empat gol Persib lainnya dari adu penalti dicetak Konate Makan, Ferdinand Sinaga, Tony Sucipto, Supardi, sedangkan Persipura melalui Boaz Solossa, Ferinando Pahabol, R. Pugliara. Algojo keempat Persipura Nelson Alom gagal menghasilkan gol.

Kemenangan ini juga mengakhiri penantian panjang Persib yang sebelumnya terakhir menjuarai Liga Indonesia pada 1995 atau 19 tahun silam.

Seimbang
Pertandingan final ISL yang juga disaksikan Menpora, Imam Nahrawi tersebut berlangsung seimbang. Kedua tim sama-sama menunjukkan bahwa mereka pantas sebagai finalis di kompetisi kasta tertinggi antarklub di Indonesia tersebut.

Gol Persipura terjadi saat babak pertama baru berjalan enam menit oleh Ian Louis Kabes. Sementara Persib membalas di akhir babak pertama setelah terjadi kemelut di kotak penalti Persipura.

Persipura langsung mencoba mengendalikan permainan melalui permainan kreatif dari lini depan mereka yang diisi Boaz Salossa, didukung oleh Robertino Pugliara dan Ian Kabes.

Variasi serangan dari tengah maupun sayap cukup menyulitkan lini belakang Persib.

Menit keenam, Ian Kabes mendapat umpang panjang dari lapangan tengah dan menggiring bola ke sisi kiri sebelum melancarkan tendangan datar yang gagal dijangkau kiper Persib I Made Wirawan.

Umpan panjang
Tertinggal satu gol, Persib berupaya lepas dari tekanan dengan serangan yang banyak melalui umpan panjang dan menciptakan kemelut di kotak penalti Persipura.

Namun, lini belakang Persipura yang dikawal Bio Paulin, Dominggus Fakdawar, Ruben Sanadi dan Justinus Pae masih cukup sulit ditembus.

Peluang emas didapat Persib melalui Tantan yang mendapat umpan lambung dari Ferdinand Sinaga.
Namun, tendangan keras Tantan hanya membentur mistar gawang setelah ditepis kiper Dede Sulaiman.

Tempo permainan meningkat keras khususnya di wilayah pertahanan Persipura. Bek Persipura, Bio Paulin mendapat kartu kuning karena mengganjal Tantan di luar kotak penalti pada menit ke-21. Sementara Fakdawer kena kartu kuning karena mengangkat kaki terlalu tinggi saat duel dengan Ferdinan Sinaga di menit ke-40.

Jelang babak pertama usai, Tantan kembali mendapat peluang emas ketika ia berhasil lepas dari kawalan pemain belakang Persipura di kotak penalti. Namun, tendangannya tetap ke arah kiper Persipura.

Persipura akhirnya kehilangan satu pemain, di akhir babak pertama. Bio Paulin menerima kartu kuning kedua sehingga harus ke luar lapangan karena menghadang Ferdinand Sinaga di luar kotak penalti.

Insiden itu juga memberi keuntungan bagi Persib. Tendangan bebas Firman Utina membentur mistar dan menciptakan kemelut bola membentur pemain Persipura, Imanuel Wanggai dan bergulir ke gawang sendiri.

10 lawan 10 
Pada babak kedua, Persipura yang hanya diperkuat 10 pemain mencoba tetap ofensif, namun berakibat lemahnya lini belakang.

Kelemahan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Persib untuk menciptakan gol cepat saat babak kedua berjalan tujuh menit.

Dalam sebuah serangan, Firman Utina secara cerdik memberi umpan terobossan ke sisi kanan depan yang disambut  M. Ridwan untuk menaklukkan kiper Persipura, Dede Sulaiman.

Berupaya mengejar ketinggalan, lini depan Persipura tampak mengerahkan kemampuan maksimalnya untuk menjebol gawang lawan.

Beberapa kali kapten dan ujung tombak Persipura, Boaz Solossa mendapat peluang emas saat melakukan penetrasi, namun tendangan akhirnya tidak akurat.

Masuknya pemain lincah F. Pahabol di menit ke-66 menggantikan Ian Kabes meningkatkan intensitas serangan Persipura. Akhirnya menit ke-80 Persipura dapat menyamakan kedudukan.

Berawal dari terobosan Pahabol di sayap kanan, umpan kepada Pugliara yang mengalirkan bola kepada Boaz Solossa untuk menaklukkan Made Wirawan.

Masuki perpanjangan waktu, Persib yang unggul jumlah pemain terus melakukan tekanan dan beberapa kali nyaris mencetak gol. Tendangan Konate Makan di kotak penalti dalam suatu kemelut dapat dihadang kiper Dede Sulaiman di menit ke-98.

Menit ke-115 giliran Persib yang kehilangan satu pemain setelah Vladimir Vujovic mendapat kartu merah karena mengambil bola dari dekapan kiper Dede Sulaiman.

Sisa pertandingan 10 lawan 10 ini akhirnya tetap dengan skor 2-2 dan harus melalui adu penalti.

Pertandingan final ISL ini juga dihadiri sejumlah pejabat, seperti Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin dan Wali Kota Bandung, Ridwal Kamil, serta ribuan pendukung dari kedua tim. (ant)


Suporter Persika Gelar Demo

Tolak Penjualan 

KARAWANG, Spirit  
Rencana manajemen PT Persika Singaperbangsa menjual klub sepak bola satu-satunya di Karawang, Persatuan Sepak Bola Indonesia Karawang (Persika) mendapat reaksi dari suporternya.  Mereka yang menamakan diri  Laskar Jawara  tersebut berunjuk rasa di depan kantor DPRD Karawang, Rabu (5/11). 


“Saya tidak setuju atas rencana  manajemen PT Persika Singaperbangsa menjaul Persika kepada yang bukan asli orang Karawang. Pasalnya, nasib tim kesayangan kami nantinya menjadi tidak jelas,” ujarnya. 

Para pendemo tersebut minta dukungan para anggota DPRD Karawang untuk mendukung langkah mereka. 

Demo mendapat respon positif dari anggota dewan. Hal ini terbukti sejumlah perwakilan rakyat  menemuinya. Bahkan, sejumlah anggota dewan membubuhkan tanda tangan setuju pada spanduk yang dibawa para pengunjuk rasa tersebut. 

Kesulitan keuangan
Seperti  diberitakan, manajemen PT Persika Singaperbangsa Karawang, sepakat untuk menjual satu-satunya klub sepak bola asal Karawang itu karena masalah keuangan.

"Keputusan menjual Persika sepertinya sudah bulat. Manajemen sudah kesulitan menyelesaikan masalah keuangan itu," kata Komisaris PT Persika Singaperbangsa, Ali Mukadas Said, di Karawang, Selasa (4/11).

Ia mengatakan, rencana menjual Persika sebenarnya sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Akan tetapi, manajemen berusaha mempertahankan permasalahan keuangan itu.

Menurut dia, di antara upaya yang dilakukan yaitu sempat melimpahkan manajemen tim Persika pada musim Kompetisi Divisi Utama PSSI 2013-2014.

"Akan tetapi, upaya itu tidak berhasil, hanya mampu bertahan di satu kompetisi saja. Pada musim Kompetisi Divisi Utama PSSI 2014-2015, Persika masih terlilit masalah keuangan," katanya. (ak) 

Persika Karawang Sepakat untuk Dijual

KARAWANG, Spirit 
Manajemen PT Persika Singaperbangsa Karawang, Jawa Barat, sepakat untuk menjual satu-satunya klub sepak bola asal Karawang itu karena masalah keuangan.

"Keputusan menjual Persika sepertinya sudah bulat. Manajemen sudah kesulitan menyelesaikan masalah keuangan itu," kata Komisaris PT Persika Singaperbangsa, Ali Mukadas Said, di Karawang, Selasa (4/11).

Ia mengatakan, rencana menjual Persika sebenarnya sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Akan tetapi, manajemen berusaha mempertahankan permasalahan keuangan itu.

Menurut dia, di antara upaya yang dilakukan yaitu sempat melimpahkan manajemen tim Persika pada musim Kompetisi Divisi Utama PSSI 2013-2014.

"Akan tetapi, upaya itu tidak berhasil, hanya mampu bertahan di satu kompetisi saja. Pada musim Kompetisi Divisi Utama PSSI 2014-2015, Persika masih terlilit masalah keuangan," katanya.

Ia menyatakan, Persika baru masuk Kompetisi Divisi Utama PSSI pada musim 2012-2013. Kendati masih berada di Divisi Utama PSSI, Persika belum memastikan untuk ikut atau tidak pada musim kompetisi 2014-2015.

Pilihan terbaik
Atas hal tersebut, manajemen Persika mengambil sikap untuk menjual klub sepak bola tersebut. Keputusan itu dinilai menjadi pilihan terbaik.

Direktur Keuangan PT Persika Singaperbangsa, Oland PH Sibarani mengatakan, saat ini Persika benar-benar memiliki permasalahan keuangan.

"Selain tidak ada uang operasional untuk kompetisi berikutnya, kami juga punya utang kepada pihak ketiga Rp 4 miliar - Rp 5 miliar. Jadi, lebih baik dijual saja," katanya.

Permasalahan yang dialami Persika itu sendiri sudah disampaikan kepada Wakil Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana. Namun,  tidak direspon secara positif.

Atas hal itulah Manajemen PT Persika Singaperbangsa memutuskan untuk menjual satu-satunya klub sepak bola asal Karawang. 

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. POTRET KARAWANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger