New Videos from Youtube
Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan

Rumah Mak Ati (60) Ludes Terbakar

JATISARI, Spirit

Musibah kebakaran kembali terjadi.  Kali ini giliran rumah  Mak Ati,   nenek berusia 60 tahun, yang sehari-hari berdagang sayuran.

Akibat kebakaran, kini warga Kampung Telar, Desa Telarsari, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, kehilangan harta berharganya karena rumahnya tinggal puing-puing.

Diperoleh keterangan, rumah Mak Ati terbakar pada Jumat (10/10), sekitar pukul 09.00 WIB. Hanya dalam tempo lima belas menit, rumah kayu tersebut habis dilalap si jago merah.

Penyebab terjadinya kebakaran belum dipastikan dan kemarin  masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Jatisari. Dalam peristiwa itu korban mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 40 juta.

Ati mengatakan, dengan kehilangan tempat tinggalnya  membuat dirinya kebingungan memikirkan bagaimana membangun kembali rumahnya.  Ia menyatakan tidak akan mampu lagu  rumah meski hanya gubuk kayu berdinding gedek  ukuran 5x6 meter. Penghasilannya dari berjualan sayuran jauh dari kemungkinan terkumpul untuk membangun rumah.

“Saya bingung,  mau tinggal di mana,” kata  Mak Ati,  kepada Spirit Karawang.

Ketika  kebakaran terjadi,  menurut Mak Ati, dirinya sedang tidak di rumah. Saat itu  dia sedang berbelanja sayuran di Pasar Jatisari untuk dijual pada sore hari. Dia baru  mengetahui kejadian tersebut dikabari  anak kandungnya, Kasmin (35).

Begitu tiba di lokasi kejadian, menurut  Mak Ati, yang disaksikan hanya puing yang sudah rata dengan tanah.   Dirinya merasa lemas dan lalu terduduk diam merenungi nasibnya. Sementara itu para tetangganya terus memberikan dukungan terhadap Mak Ati agar bersabar dan ikhlas menerima musibah.

Mak Ati selama ini tinggal bersama Kasmin. Menurut Kasmin, pada saat kejadian, dirinya tengah mencukur rambut di samping rumahnya. Tiba-tiba dia   merasakan hawa panas dan ternyata rumah ibunya terbakar.

Ditempat yang sama, pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa Telarsari, Asep Saepudin, menyampaikan, yang menjadi korban kebakaran adalah warga tidak mampu. Pemerintahan desa akan segera menggalang dana untuk bisa membuat rumah sementara. (gus)

Di Cilamaya Kulon

Naik, Angka Pernikahan Bulan Syawal  

SYAWAL  dan Dzulhujah di Cilamaya diyakini  sebagai wakti yang sangat baik untuk melangsungkan acara sakral, seperti halnya pernikahan. Kendarti sebenarnya semua waktu juga baik.   

”Sesuai pengalaman, angka pernikahan pada kedua bulan tersebut selalu mengalami peningkatan 80-90 persen,” kata Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cilamaya Kulon, H Munir Huda, Jumat (10/10).

Ia mengatakan,  pada bulan-bulan biasa hanya 30 sampai 50 pasangan saja yang melangsungkan pernikahan. Namun, pada Syawal dan Dzulhijah menjadi favorit untuk  melangsungkan pernikahan hingga 100 pasangan.

Hampir setiap hari, katanya, di KUA Cilamaya Kulon ada yang melangsungkan pernikahan. Terlebih lagi, bila memasuki Dzulhijah bisa mencapai puluhan pasangan. Hal ini membuat pelayanan petugas penghulu dan petugas KUA lainnya tidak pernah sepi, meskipun hari libur.

“Jika melihat data tamu, ada kenaikan signifikan pada bulan ini, karena masyarakat masih mempercayai mitos tahun alif. Yaitu pantrangan untuk melangsungkan pernikahan,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengharapkan, pasangan  yang  akan melangsungkan pernikahan  agar menyiapkan segala keperluannya. Mulai berkas bahkan hingga kesiapan mental dan fisik pasangannya.

Hanya adat
Sementara itu,salah satu dewan masjid, Mamat  mengatakan, berkaitan dengan bulan-bulan favorit masyarakat untuk melangsungkan pernikahan, semata-mata kebiasaan saja. Terlebih masyarakat juga ada yang menggunakan acuan hitung-hitungan.

“Jadi pada dasarnya kalau mau nikah itu waktunya kapan saja boleh, apalagi niatnya untuk ibadah. Akan tetapi, karena memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat, ada bulan-bulan tertentu yang digunakan untuk melangsungkan pernikahan,” katanya. (gus)

Rizki Maulana Derita Gizi Buruk

TIRTAJAYA, spirit
Meski memiliki pendapatan asli daerah yang cukup besar, dan kepala daerah yang memiliki harta yang berlimpah, namun potret kemiskinan tampaknya belum bisa lepas dari Kabupaten Karawang. Bahkan di sejumlah daerah, sejumlah warga kesulitan membawa salah satu anggota keluarganya yang sakit berobat ke rumah sakit.

Seperti yang dialami keluarga Rizki Maulana, anak berusia 16 tahun, warga Dusun Cibatu Rt 05 Rw 03, Desa Kutamakmur, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang. Meski sejak kecil telah divonis menderita gizi buruk, namun keluarga hanya bisa merawat anaknya di rumah.

Meski usianya telah menginjak 16 tahun, namun namun kondisi tubuh Rizki masih tetap memprihatinka. Badannya yang semakin kecil,  hanya memiliki berat badan sekitar 8 kilogram saja.  Diduga akibat gizi buruk yang dideritanya, kini Rizki mengalami cacat syaraf sampai tidak bisa melakukan aktivitas layaknya manusia normal.

Hal tersebut di ungkapkan Ida Rosidah (38),  Kamis (9/10), salah seorang bibi Rizki, yang sering membantu perawatan anak itu di rumahnya. " Rizki keponakan saya memang mengalami keterpurukan gizi.  Hal tersebut menimpa keponakan saya ini semenjak dia baru berumur 1 tahun, bahkan sampai sekarang usianya menginjak umur 16 tahun," ungkapnya

Ida juga menjelaskan, sebetulnya  merasa khawatir akan keadaan Rizki, namun  karena faktor ekonomi yang tergolong miskin, dirinya  tidak mampu membawa Rizki untuk berobat.
“Bagaimana saya mau membawa Rizki berobat dengan jarak Puskesmas yang cukup jauh, buat makan saja kami sudah susah,” ujar Ida Rosidah. 

Dia mengungkapkan,  Rizki menderita gizi buruk semenjak kedua orangtuanya bercerai.  Anak itu juga  mungkin kurang kasih sayang serta pola makan dan pola asuhnya salah. Maklum semenjak itu Rizki hanya dirawat oleh kakeknya saja, yakni Pak Lamjah.

Idah mengatakan, untuk perbaikan gizi Rizki,  dulu memang pernah dibantu oleh pemerintah. Akan  tetapi bantuan tersebut hanya setahun saja dan itu kira kira pada saat  Rizki berumur satu tahun. Sampai saat ini belum ada lagi bantuan serupa untuk menyembuhkan Rizki akibat gizi buruk.

“Saya selaku bibinya hanya bisa berharap ada batuan baik dari para dermawan maupun dari pemerintah, supaya bisa membantu kesehatan Rizki.  Ya minimal bisa melayani dirinya sendiri, tidak seperti sekarang ini yang hanya di layani oleh kakeknya saja,” ujar  Ida.

Bidan Desa Kutamakmur Hj Radipah, AM.Keb, menerangkan, sebetulnya Rizki  bukan tidak mendapat bantuan dan layanan dari pihak pemerintah, atau dari dinas kesehatan setempat.  Selaku bidan desa, dirinya sering memberikan bantuan terhadap Rizki berupa makanan dan susu.  Bantuan itu dari Dinas Kesehatan untuk perbaikan gizi.

“Menurut saya faktor kasih sayang dan perhatian juga memengaruhi kesehatannya juga. Bahkan  kami sempat menyarankan pada tahun 2012 lalu, agar Rizki dirawat. Tapi  keluarganya menolak dengan alasan tidak punya ongkos. Padahal semua kebutuhan kita tanggung bersama, bahkan sampai patungan," ujar Radipah.

Camat Tirtajaya Drs H Darsono, mengatakan, baru mengetahui ada penderita gizi buruk di wilayahnya,  yakni Rizki. “Insya Allah, saya akan segera menindaklanjuti kasus gizi buruk ini supaya ditangani secara serius, minimal bisa memulihkan kondisi kesehatan anak tersebut," ujar Darsono. (yan)


Nenek Khodijah Ditabrak Pengendara Dibawah Umur

Khodijah terbaring di RSU Proklamasi akibat ditabrak sepeda motor yang dikemudikan pelajar

KEPUTUSAN yang salah jika orang tua memberikan kepercayaan kepada anak dibawah usia 17 tahun untuk mengendari sepeda motor. Demikian dikatakan Kanit Laka Lantas Polres Karawang, Iptu Heri Nur Cahyo.

Rabu (8/10), sebuah sepeda motor yang dikemudian pelajar SMK Lentera Bangsa Rengasdengklok, dalam kecepatan tinggi menabrak Khodijah, nenek berusia 53 ketika berjalan di bahu jalan.
Khodijah (53) warga Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok  kini mendapat perawatan intensif di RSU Proklamasi Rengasdengklok, akibat luka kepala yang di deritanya. Kejadian tersebut terjadi di Jalan Raya Proklamasi Rengasdengklok, tepat di Depan Kantor Kepala Desa Kalangsari, Kecamatan rengasdengklok, Rabu (8/10), sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurut saksi mata, Arif (37) mengatakan, peristiwa tersebut berawal korban sedang berjalan di tepi jalan sehabis berbelanja ke sebuah warung. Tiba-tiba sepedah motor berkecepatan tinggi menabraknya, hingga Khodijah terpental beberapa meter. Sepeda motor tersebut dikendarai oleh pelajar yang berboncengan dengan pelajar lainnya.

Melihat kejadian tersebut sejumlah warga membawa korban ke RSU Proklamasi. Semetara kedua pelajar di tahan warga hingga kemudian diserahkan kepada Kepolisian Sektor Rengasdengklok.

“Yang saya ketahui, nenek Khodijah baru berbelanja di sebuah warung di pinggir jalan dan berjalan hendak menuju rumahnya. Tetapi tiba-tiba datang sebuah sepeda motor dari arah Rengasdengklok menabrak nenek tersebut hingga terpental sekitar 10 meter dari lokasi kejadian,” tuturnya.
Sementara pihak Kepolisian Sektor Rengasdengklok yang langsung turun ke lokasi kejadian langsung melakukan oleh TKP. Kedua pelajar diamankan pihak kepolisian untuk di mintai keterangan lebih lanjut.

10 Bulan 19 Kasus
Angka kecelakaan pengendara sepeda motor yang melibatkan anak usia dibawah umur yang terjadi di Karawang terbilang cukup tinggi. Dalam sepuluh bulan terakhir di tahun 2014, dari total 534 kasus kecelakaan sepeda motor, ditetapkan 19 pelaku kecelakaan masih tergolong di bawah umur.
Dari data yang dihimpun Unit Laka Lantas Polres Karawang, pelaku kecelakaan dibawah umur tersebut  melibatkan anak usia 10 - 15 tahun.   Kanit Laka Lantas Polres Karawang, Iptu Heri Nur Cahyo mengatakan, kasus kecelakaan yang melibatkan anak usia di bawah umur terjadi dua hari yang lalu.

 Seorang pengendara sepeda motor Honda Vario tanpa plat nomor, yang ditunggangi oleh Cucu (15) gadis asal Dusun Krajan, Desa Pasirukem, Cilamaya Kulon, menabrak seorang pejalan kaki  bernama Fahril Bin Tasim (9), warga Dusun Kosambi Lempeng, Desa Sukatani , Cilamaya Wetan, Senin (7/10) sekitar jam 12.30 siang.

“Korban Sempat dirawat di rumah sakit, korban akhirnya meninggal dunia  akibat luka parah yang dideritanya setelah ditabrak sepeda motor  tersangka , saat tengah berjalan kaki di jalan Kosambi Lempeng,”  ujar  Iptu Heri kepada Spirit Karawang,  Rabu (8/10), di Mapolres Karawang.
Melihat hal itu,  Kanit Heri mengaku  merasa prihatin dengan tingginya kasus kecelakaan yang melibatkan anak usia di bawah umur. Pasalnya, di usia belia, seharusnya pihak orang tua harus lebih tegas dalam memberikan ijin anaknya untuk berkendara sepeda motor di jalanan. 

“Saya harap orang tua jangan gegabah memberikan ijin anaknya yang masih di bawah umur untuk berkendara sepeda motor sendiri di jalan raya,” imbaunya.
Dikatakan Heri, secara aturan pengendara motor belum cukup umur sangat dilarang keras berkeliaran di jalan raya. Selain dapat membahayakan nyawanya sendiri, perilaku tersebut juga dapat mengancam jiwa orang lain. “Mari kita sama-sama menjaga anak-anak kita dengan sebaik mungkin,  sebelum hal yang buruk terjadi,” serunya. (yan/dit)






Normalisasi Cikaranggelam Atasi Banjir

ALAT berat tengah melakukan normalisasi Sungai Cikaranggelam, Cikampek.
CIKAMPEK, Spirit
Demi mengantisipasi banjir di wilayah Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek, Karawang, Selasa (7/10) sekitar pukul 09.00 WIB, anak sungai Situ Kamojing yakni Sungai Cikaranggelam  dinormalisasi (pengerukan) oleh Tim Penanggulangan Banjir Cikampek. Pengerukan tersebut terealisasi atas dukungan dari berbagai pihak mulai masyarakat, pemerintah,  serta perusahaan sekitar.

“Ini hari pertama normalisasi  akan berjalan sampai lima hari ke depan. Tujuannya  untuk mengantisipasi banjir di sekitar Desa Dawuan dan desa lainnya di Kecamatan Cikampek yang terlintasi oleh Sungai Cikaranggelam,” ungkap Kasie Trantib Kecamatan Cikampek yang juga Ketua Tim Penanggulangan Banjir Cikampek, Asep Amrullah kepada Spirit Karawang, Selasa (7/10).

Disampaikan Asep, normalisasi itu bisa dilakukan atas dukungan dari semua pihak, yakni  PJT II yang menyumbangkan alat berat jenis beko, didukung pula oleh Dinas Ciptakarya yang menyumbangkan truk pengangkut sampah, serta  didukung oleh perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar Kecamatan Cikampek.

“Tapi sayang perusahaan yang peduli terhadap lingkungan, terutama untuk melakukan antisipasi banjir hanya beberapa perusahaan saja, padahal di perusahaan di Cikampek cukup banyak,” ucapnya.

Sebab itu, Asep meminta terhadap perusahaan lain agar turut berpartisipasi untuk program sosial kemasyarakatan agar bisa lebih normalisasinya, karena menurutnya, bagi perusahaan yang sudah memberikan sumbangannya sudah sangat siap untuk dilakukan kegiatan normalisasi secara rutin.

“Jadi mereka (perusahaan yang sudah memberikan kontribusi), siap kalau program ini dilakukan secara rutin, jadi nanti tidak hanya normalisasi Cikaranggelam saja, tapi bisa fokus melakukan perawatan irigasi, sungai maupun situ yang ada di sekitar Cikampek. Ini agar bencana banjir rutin yang menimpa Cikampek tidak terjadi lagi,” kata Asep.

Sementara itu Eri Sukaemi,  dari PT Asri Pancawarna,  perwakilan perusahaan industri yang turun ke lapangan, ia datang untuk melakukan pengecekan terhadap pengerjaan normalisasi siphon (bangunan yang melintang di sungai) Cikaranggelam. Pemeliharaan  harus berkelanjutan kemudian harus didukung oleh seluruh elemen yang  ada, terutama perusahaan-perusahaan di sekitar Cikampek.
 
“Wacana normalisasi siphon Cikaranggelam ini sebenarnya sudah dari 2009 tapi akhirnya baru bisa terealisasi hari ini,” ujar Eri.

Menurut warga Dawuan Tengah, Uus, Siphon Sungai Cikaranggelam, sejak dibangun tahun 1974, baru kali ini dilakukan normalisasi, karenanya dia sangat mendukung adanya normalisasi tersebut. Terlebih salah satu penyebab terjadinya banjir di Dawuan Tengah adalah karena saat musim hujan, debit air Cikaranggelam semakin tinggi kemudian tidak tertampung.
 
Dia menambahkan, dulu memang pernah dilakukan normalisasi dari BBWS, tapi hanya mengeruk  saja, sedangkan untuk siphonnya sendiri baru kali ini.

Inisiator antisipasi banjir 2014/2015 dan Tim Peduli Lingkungan Dawuan Cikampek, H Deden Darmansyah, menyampaikan, berkaitan dengan normalisasi siphon Cikaranggelam yang paling penting adalah pasca normalisasi.
 
“Warga harus mendukung pengerjaan ini karena sesungguhnya ini inisiatif warga mengantisipasi musim hujan dan yang paling penting adalah pemelihataan pasca pengerukan ini. Oleh karenanya, kita akan tempatkan 3 waker,  tentu secara swadaya. Kemudian masyarakat yang ada di Bantaran Cikaranggelam hingga Situ Kamojing juga harus bisa menjaga lingkungan,” katanya. (gus)

Lazisnu Karawang Bagikan Daging Kurban


KARAWANG, Spirit
Momentum Idul Adha 1435 H, dimanfaatkan Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Karawang untuk menggelar kegiatan sosial.  Dalam kegiatan tersebut, di samping penyembelihan hewan kurban, juga mendistribusikan daging kurban oleh beberapa dewan kemakmuran masjid (DKM) dan musala. 
“Dengan adanya kepercayaan  diamanahkan kepada kami, Alhamdulillah 349 bungkus daging kurban dari berbagai DKM dan musala telah kami salurkan,” ungkap Ketua Panitia Peringatan Idul Adha Lazisnu Karawang, Ahmad Faisal Ridlo, Rabu (8/10)
Ia mengatakan, dalam membantu penyaluran ratusan bungkus daging kurban, pihaknya menjalin kerjasama dengan organisasi badan otonom di lingkungan NU. “Alhamdulillah dengan dibantu jajaran kader IPNU dan IPPNU, kami dapat menuntaskan pendistribusian dengan lancar,”  katanya.
Pendistribusian daging qurban tersebut, katanya, bukan hanya dilakukan di lingkungan wilayah kantor Lazisnu,Telukjambe saja. Namun, melalui simpul-simpul kader dari IPNU dan IPPNU di wilayah kecamatan lain.
“Setelah terkumpul, daging didistribusikan ke beberapa wilayah, seperti Kotabaru, Banyusari, Cilamaya Wetan dan Tempuran melalui koordinator-koordinator,” katanya.
Rutin tahunan
Pada kesempatan yang sama, Ketua Lazisnu Karawang, Gatot Mukhlisin menyatakan, kegiatan tersebut merupakan rutin tahunan. Hal ini sebagai bentuk implementasi dari komitmen untuk berbagi dan memberi perhatian kepada  kelompok masyarakat yang membutuhkan.
”Alhamdulillah DKM  Masjid Ar Rohmah PT. GS Battery telah memberikan kepercayaan kepada Lazisnu untuk menyalurkan daging kurban. Semoga, hal ini tetap berjalan, dan Lazisnu makin maju dan makin amanah dalam mengemban kepercayaannya,” katanya.
Sementara itu, DKM Masjid ar-Rohmah PT. GS Battery yang diwakili  H. Jaka Kuntadi menuturkan, kerjasama dengan Lazisnu dapat terus berjalan. Kegiatan sosial tersebut, harapnya, dapat saling menumbuhkan semangat solidaritas kemanusiaan. (top)

Kebakaran Rumah Warung di Bayur Kidul


Satu Keluarga Tewas Terpanggang

CILAMAYA, Spirit
Rumah yang dijadikan warung di Jalan Wadas-Cilamaya, Desa Bayur Kidul, Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Rabu (8/10) dinihari, hangus terbakar. Dalam musibah tersebut, satu keluarga terdiri atas empat orang tewas terpanggang.
Keempat korban itu pasangan suami-istri,  Tafsir (40) dan Ruminih (30). Sementara dua korban lain, anaknya  yaitu Wulan (5) dan Galih yang baru berusia satu tahun.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun,  musibah tersebut terjadi sekitar pukul  00.25 WIB. Api  yang menghanguskan bagunan dan penghuninya tersebut diduga berasal dari hubungan arus pendek.


Dalam kejadian tersebut, semua korban saat ditemukan berada di tengah rumah dalam kondisi hangus terbakar.  Bahkan, jenazah keempat korban  tidak dapat dikenali.
Jenazah Tafsir dan Wulan ditemukan dalam posisi telentang di bawah reruntuhan atap rumah. Sementara jenazah Ruminih dan Galih berada di samping pintu masuk rumah.
Ruminih diduga tewas saat berupaya melindungi anak keduanya, Galih  dari jilatan api. Jenazah Tafsir ditemukan berdekatan dwengan putri sulungnya, Wulan.
“Rumah warung jajanan anak-anak milik Tafsir  selain sebagai tempat tinggal juga digunakan usaha kelontong dan eceran bensin 2 tax,” ujar kakak korban Tafsir, yaitu Ahmad (42).
Korban berteriak
Menurut Ahmad, saat api mulai melumat bagian tengah rumah warung,  sempat terdengar teriakan dari Tafsir yang meminta bantuan. Sementara Ruminih berupaya membangunkan dua buah hatinya yang sedang terlelap.
“Saya dapat informasi dari istri saat bekerja di  Karawang. Saya langsung ke sini dan mendapati keluarga adik saya sudah tak bernyawa lagi. Kemungkinan besar setelah itu mereka terjebak, satu-satunya pintu hanya ada di samping kanan rumah warung. Mereka biasa tertidur di tengah dan api terus membesar,” kata Ahmad.
Amukan api berhasil dipadamkan setelah 50 dilakukan upaya pemadaman. Selain korban jiwa, dalam musibah tersebut sepeda motor Honda Vario Techno 125R  hangus terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cilamaya, AKP Irianto mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan kebakaran sekitar pukul  01.00 WIB.  Ia beserta petugas lainnya yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) 45 menit kemudian, langsung upaya pemadaman.
Dari hasil pantauan, menurut AKP Irianto, kasus kebakaran yang menimpa keluarga Tafsir ditangani pihak Polres Karawang. Kendati begitu, dirinya akan terus melakukan pengawalan dalam penyelidikan tersebut.
”Dugaan sementara hasil dari meminta keterangan warga sekitar, akibat aliran arus pendek listrik yang korsleting.  Pasalnya, beberapa warga melihat percikan api dari konsleting arus pendek di dalam rumah warung milik Tafsir,” katanya.  (gus)

Dinas Sosial Ajak PSK Kembali Hidup Normal

KARAWANG, Spirit
Dinas Sosial Kabupaten Karawang mengajak para mantan Perempuan Seks Komersil (PSK) memiliki kehidupan normal dengan mengandalkan keterampilan khusus, mereka tidak harus terjerumus lagi sebagai PSK, tetapi harus kembali melakukan kehidupan dengan normal, seperti perempuan pekerja umumnya.

"Ini bagian tugas dan kewajiban pemerintah untuk memberikan kehidupan normal dan layak bagi perempuan," jelas staff Dinas Sosial Karawang, Ruchimat, beberapa waktu lalu.

Saat ini, Dinas Sosial Karawang tidak bergerak sendiri untuk memberikan kehidupan yang layak bagi mereka mantan PSK, tetapi sudah menggandeng panti rehabilitasi Karya Wanita Mulya Jaya dan Kementrian Sosial RI. Pihaknya juga akan memfasilitasi keterampilan yang dibutuhkan bagi mantan PSK ini. 

Hal senada diungkapkan pengasuh rehabilitasi Karya Wanita Mulya Jaya, Sri Wahyuni, tugas dan kewajiban panti rehabilitasi dibawah kendali Kementrian Sosial RI bukan hanya dikhususkan bagi PSK, kebanyakan diatara perempuan yang dibina merupakan korban tracfiking. 

“Setelah proses pendataan ke tiap daerah sasaran, Dinas Sosial akan mendapatkan kesempatan untuk mendidik para mantan PSK agar memiliki keterampilan, seperti tata rias, menjahit, hingga membuat beragam kerajinan yang bisa menambah penghasilan," jelasnya. (spn)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. POTRET KARAWANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger