New Videos from Youtube
Tampilkan postingan dengan label reangasdengklok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reangasdengklok. Tampilkan semua postingan

Jalan di Katalaya Tergenang Air















Diguyur Hujan 1 Jam
RENGASDENGKLOK,Spirit
Hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, Senin (25/11), selama lebih kurang satu jam mengakibatkan sejumlah titik jalan di wilayah kecamatan tersebut tergenang air. Padahal genangan air tak mesti terjadi bila saluran air di lingkungan itu berfungsi baik dan badan jalan diperbaiki.

Hingga Selasa (26/11) siang air cileuncang masih Nampak di beberapa ruas jalan. Genangan air terparah nampak pada beberapa ruas jalan di Dusun Katalaya, Desa Kertasari.

"Genangan air terjadi setelah hujan yang turun sekitar satu jam Senin malam tadi," kata salahsatu warga Dusun Katalaya, Desa Kertasari, Yoga (36), kepada Spirit Karawang.

Sebetulnya, lanjut Yoga, hujan yang turun sebentar itu tak semestinya mengakibatkan genangan air bahkan di jalan tersebut, bila saluran air berfungsi sebagaimana mestinya. Meski tidak genangan cileuncang itu tidak sampai masuk hingga pekarangan rumah warga, ia mengaku khawatir bancana banjir yang sempat melanda desa beberap tahun lalu kembali terjadi.

“Terus terang saya merasa khawatir kalau besok atau lusa hujan turun lagi permukiman kami juga akan tergenang lagi seperti pada peristiwa banjir tahun-tahun yang lalu,” ujar dia.

Untuk mengatasi genangan air di wilayah ini, ia berharap pemerintah setempat segera memperbaiki atau membangun saluran air di sana, karena jika tidak ada pembangunan atau perbaikannya banjir yang sempat menggenangi pemukiman penduduk seperti tahun-tahun akan terus menghantu warga setempat.

Hal senada juga disampaikan warga asal Desa Medangasem, Kecamatan Jayakerta, Romhadi (36), salah satu pengguna jalan yang setiap hari melintas ke wilayah tersebut. Ia pun berharap, kondisi badan jalan di Katalaya jangan sampai tergenang seperti ini, meski di musim hujan.

“Karena, jalan ini merupakan jalan alternatif menuju Tugu Proklamasi. Kalau saja pemerintah melakukan perbaikan saluran air di sini, saya yakin tidak akan didapati lagi jalan yang tergenang air hujan seperti ini," katanya.(yan)

Rengasdengklok Berpotensi Dilanda Banjir

RENGASDENGKLOK, Spirit
Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, yang setiap tahun  dikenal sebagai desa langganan banjir, kali ini diperkirakan banjir di sana akan bertambah parah di musim hujan ini. Potensi itu nampak dari belum tertanganinya sumber-sumber banjir seperti drainase yang tertutup.

Hasil pantauan Spirit Karawang yang menyusuri dusun paling berpotensi banjir antara lain  Dusun Kalijaya, Dusun Cikangkung Barat,  dan Dusun Cikangkung Timur, terlihat dampak hujan yang mengguyur pekan kemarin dalam dua jam saja nampak bekas  genangan air mencapai tumit orang dewasa di sejumlah rumah penduduk setempat.

Oleh karenanya, banjir dikhawatirkan akan kembali melanda jika hujan lebat tiba. Sementara  beberapa drainase untuk pembuangan air di sekitar lingkungan warga sudah tidak berfungsi. Saluran pembuangan air tersebut terlihat rata dengan jalan, dan bahkan nyaris tidak terlihat bahwa itu sesungguhnya saluran air.

Agung (40), salah seorang warga Dusun Cikangkung, Desa Rengasdengklok Utara, mengatakan,  banjir di Rengasdengklok Utara pada musim hujan mendatang  tidak akan bisa dihindari.  Pasalnya saluran untuk menampung air hujan dan yang berfungsi sebagai pembuangan  tidak ada yang memperhatikan.

"Saya yakin musim hujan mendatang banjir akan kembali melanda pemukiman di wilayah Desa Rengasdengklok Utara ini.  Pasalnya baru diguyur hujan dua jam saja air hujan sudah menggenak dan masuk ke pemukiman," tutur Agung saat ditemui Selasa (11/11).

Sementara itu,  Kepala Desa Rengasdengklok Utara, Dedi Mulyadi, mengatakan,  untuk menghindari banjir kembali melanda dan menenggelamkan pemukiman warga di wilayah desanya  berharap pihak Pemerintah Kabupaten Karawang, dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Pengairan melakukan pembenahan saluran atau drainase.  

“Jika saja saluran yang mampat ini ditanggulangi secara cepat dan tepat, mungkin akan mengurangi kecepatan banjir," ujar Dedi. (yan) 

HUT YJI Catatkan Rekor Muri untuk Lompat Tali

RENGASDENGKLOK,Spirit
Lomba lompat tali yang diikuti 360 peserta tingkat sekolah dasar (SD), diikuti 7 sekolah  dan diselenggarakan  di halaman Pendopo Monumen Perjuangan Rangasdengklok, tercatat pada Museum Rekor Indonesia (Muri). Acara tersebut merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun ke 33 Yayasan Jantung Indonesia (YJI) yang berlangsung Minggu (9/11), dimulai pukul 08.00 WIB. 

Ketua YJI Karawang dr Dian, mengatakan, kegiatan  diikuti sekitar 600 orang dari dua daerah, yakni Kabupaten Karawang dan  Kabupaten Bekasi. Para peserta melakukan olahraga senam di halaman pendopo.

" Saya merasa bangga dengan terselenggaranya acara HUT YJI kali ini,  yang di laksanakan secara meriah," ungkap dr Dian,  di sela-sela kegiatan.

Dia berharap legiatan olahraga  ada manfaatnya untuk masyarakat dalam rangka  menjaga kesehatan diri dan lingkunganya.  Bagaimanapun menjaga kesehatan tubuh  merupakan hal yang sangat penting.  Kesehatan itu sangat mahal dan tidak bisa dinilai dengan apapun,” katanya.

Dian juga mengatakan, kegiata HUT ke 33 YJI di Rengasdengklok, terselenggara berkat kerja sama  antara lain dengan  KNPI Karawang juga Karang Taruna Rengasdengklok. “Saya ucapkan terima kasih.  Acara ini berjalan sangat lancar dan meriah,” katanya.  

Sementara itu Wakil Bupati Karawang, dr Cellica Nurachadiana, mengharapkan  warga Rengasdengklok dan para peserta dapat merasakan manfaatnya. “Besar harapan saya agar semua warga Karawang mengerti pentingnya menjaga kesehatan jantung kita, karena penyakit jantung merupakan pembunuh nomer 1 di dunia, “ ujar Wakil Bupati.(yan)

Tewas Tertimpa 100 Lembar Kaca

RENGASDENGKLOK,Spirit
Ukar (22), seorang kuli muat bongkar barang kini terbaring tak bernyawa di ruang jenazah RS Proklamasi Rengasdengklok, Jumat (7/11). Ukar tewas setelah tertimpa 100 lembar kaca berukuran 5 milimeter yang hendak diturunkan dari sebuah truk, di salah satu perusahaan perakit mebel di Dusun Bedeng, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok. 

Sementara Badawai (22), sopir truk pengangkut kaca yang merupakan warga Desa Bojong, Kecamatan Tegal Gardu, Berebes, Jawatengah, juga dilarikan ke RSUD Karawang karena mendapat luka sobek cukup parah di bagian lengan kanannya.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun Spirit Karawang, saat kejadian Ukar dan Badawai berada di samping mobil pengangkut kaca tersebut. Keduanya kemudian membuka bak kiri mobil yang bermuatan kaca. Namun naas ketika bak mobil dibuka sekitar seratus lembar kaca tersebut ambruk menimpa korban. Diduga tali ikata kaca  lepas terlepas. 

Sementara itu, pemilik perusahaan perakit kaca, CV Prima makmur, Tedi (34) mengatakan, kedua korban bukan karyawannya. “Korban bukanlah karyawan saya, melainkan konektur dan sopir mobil turk pengangkut kaca yang saya pesan dari perusahaan PT Multi Artagaraha yang berada di Jakarta," terangnya. (yan)

Seorang Anak Diduga Keracunan Minuman Kemasan

RENGASDENGKLOK, Spirit
Diduga keracunan akibat mengkonsumsi minuman kemasan, Nala Zahra (10), warga Dusun Rengasjaya, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, dilarikan ke RS Proklamasi Rengasdengklok, dan kini mendapat perawatan intensif tenaga medis, Selasa (04/11). 

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun Spirit Karawang, kejadian berawal ketika korban meminum minuman kemasan yang biasa dijual di warung warung. Selang 2 jam setelah meminumnya, korban mendadak muntah muntah dan buang air besar yang tidak kunjung berhenti. Melihat korban terus terusan muntah dan BAB, akhirnya keluarga korban memutuskan membawa anaknya tersebut ke RSU Proklamasi.

Ibu korban, Reni (33) mengatakan, anaknya meminum minuman kemasan merek Suprade Isotonik, sekitar pukul 13.00 WIB. Minuman tersebut dibeli di warung tidak jauh dari rumahnya. “Selang dua jam kemudian, anak saya muntah-muntah dan buang air besar. Saya yakin akibat minuman itu, soalnya sebelum minum minuman ityu anak saya sehat,” katanya. 

Sementara itu, salah satu dokter RS Proklamasi, Rengasdengklok, dr Irvan  mengatakan, pihaknya mengambil sample muntahan untuk melakukan uji labotarium. “Kami belum bisa memastikan apakah pasien tersebut keracunan minuman kemasan atau tidak. Nanti setelah ada hasil uji labotarium bisa dipastikan,” katanya. 

Sementara itu, Wakil  Ketua Komnas Pan, Sopyan meminta kepada Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM)  untuk turun menangani permasalahan tersebut. “Jika benar anak tersebut keracunan minuman kemasan, kami akan minta LPKSM di Karawang untuk turun tangan dan memproses peristiwa ini di BPSK agar tidak ada lagi korban yang ber jattuhan,” tutur tegas Sopyan. (yan) 


Bandar Judi Togel Tertangkap

KANITSerse, Polsek rengas Dengklok,
AKP. H.Situmorang
RENGASDENGKLOK, spirit
Seorang bandar judi kupon toto gelap (togel) yang kerap beroperasi di wilayah hukum Polsek Rengasdengklok, Kamis malam (30/10) diringkus petugas Kepolisian Sektor Rengasdengklok. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa 3 lembar rekapitulasi nomer, uang Rp 405 ribu serta satu HP yang diduga dipakai untuk menghubungi bandar besar judi togel lainnya.

Tersangka diketahui bernama Nana Suryana berusia 42 tahun. Nana tidak bisa mengelak saat rumahnya digerebek pihak kepolisian sektor Rengasdengklok, di Dusun Warudoyong, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok. Tersangka tertangkap basah sedang melakukan rekapitulasi nomer toge dan uang setoran dari para pengecer. Kini Nana mendekam di sel tahanan Mapolsek Rengasdengklok, dan dikenakan sanksi Pasal 303 KUHP perjudian, dengan ancaman maksimal 3 tahun penjara. 

Kanit Serse Polsek Rengasdengklok, AKP. H Situmorang menceritakan, kronologis penangkapan Nana didsasari informasi dan laporan masyakarat bandar judi togel yang meresahkan warga. Mendapat informasi tersebut, tim bergerak dan mendatangi rumah Nana. Hingga kemudian ditemukan banyak barang bukti, dan Nana pun tidak dapat mengelak. 

Situmorang mengaku, tertangkapnya bandar togel merupakan bukti keseriusan bagi pihak kepolisian di Rengasdengklok memberantas perjudian, dan sanksi tegas akan diberlakukan sesuai dengan pelanggaran hukum yang dilakukan para pelaku judi togel lainnya jika memang masih ada berkeliaran. 

“Saya berharap seluruh elemen masyarakat yang berada di wilayah hukum kepolisian Rengasdengklok senantiasa membantu tugas kami dengan melaporkan jika mengetahui terjadi aksi perjudian, dan kami berjanji akan langsung menangkap orang pelaku perjudian,” tegas Situmorang. (yan)


Bandar Judi Togel Tertangkap


RENGASDENGKLOK, spirit
Seorang bandar judi kupon toto gelap (togel) yang kerap beroperasi di wilayah hukum Polsek Rengasdengklok, Kamis malam (30/10) diringkus petugas Kepolisian Sektor Rengasdengklok. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa 3 lembar rekapitulasi nomer, uang Rp 405 ribu serta satu HP yang diduga dipakai untuk menghubungi bandar besar judi togel lainnya.

Tersangka diketahui bernama Nana Suryana berusia 42 tahun. Nana tidak bisa mengelak saat rumahnya digerebek pihak kepolisian sektor Rengasdengklok, di Dusun Warudoyong, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok. Tersangka tertangkap basah sedang melakukan rekapitulasi nomer toge dan uang setoran dari para pengecer. Kini Nana mendekam di sel tahanan Mapolsek Rengasdengklok, dan dikenakan sanksi Pasal 303 KUHP perjudian, dengan ancaman maksimal 3 tahun penjara. 

Kanit Serse Polsek Rengasdengklok, AKP. H Situmorang menceritakan, kronologis penangkapan Nana didsasari informasi dan laporan masyakarat bandar judi togel yang meresahkan warga. Mendapat informasi tersebut, tim bergerak dan mendatangi rumah Nana. Hingga kemudian ditemukan banyak barang bukti, dan Nana pun tidak dapat mengelak. 

Situmorang mengaku, tertangkapnya bandar togel merupakan bukti keseriusan bagi pihak kepolisian di Rengasdengklok memberantas perjudian, dan sanksi tegas akan diberlakukan sesuai dengan pelanggaran hukum yang dilakukan para pelaku judi togel lainnya jika memang masih ada berkeliaran. 

“Saya berharap seluruh elemen masyarakat yang berada di wilayah hukum kepolisian Rengasdengklok senantiasa membantu tugas kami dengan melaporkan jika mengetahui terjadi aksi perjudian, dan kami berjanji akan langsung menangkap orang pelaku perjudian,” tegas Situmorang. (yan)

Eceng Gondok & Sampah Sumbat Irigasi Tarum 3

RENGASDENGKLOK, Spirit
Tumpukan sampah dan tumbuhan eceng gondok kembali menyumbat arus air di saluran irigasi Tarum 3 Rengasdengklok,  mengakibatkan beberapa kecamatan yang areal pesawahanya masih membutuhkan air untuk mengairi sawahnya kini terancam kekeringan.

Menurut pantauan Spirit Karawang,   warga Kacamatan Pakisjaya  yang letaknya berada di pesisir Pantai Utara Karawang, mengeluh, karena  area  pesawahannya terancam kekeringan. Sementara aliran irigasi Tarum 3 yang merupakan aliran irigasi inti untuk mengairi  pesawahan alirannya tidak lancar akibat tersumbat sampah dan eceng gondok.

Warga Warudoyong, Pakisjaya, Munir (35), mengatakan,  “Tumpukan sampah dan eceng gondok di irigasi Tarum 3 Rengasdengklok ini, semakin hari semakin  menumpuk  karena setiap hari kiriman sampah dan tumbuhan eceng gondok yang terbawa arus mentok di sini dan menghambat kelancaran aliran irigasi," ungkap, Munir.

Menurut Munir, wilayah hilir Kecamatan Pakisjaya, dan Batujaya masih membutuhkan air irigasi untuk mengairi pesawahan.  Akan tetapi kalau  air tersumbat seperti itu, kemungkinan areal pesawahan petani akan kekeringan.

Munir mengatakan, kalau saja pihak Perum Jasa Tirta II selaku pengelola pengairan mengambil langkah yang tepat, dengan cara mengangkat dan membuang sampah dan tumbuhan eceng gondok, tentunya kondisinya tidak akan separah sekarang. “Yang dilakukan hanya mendorong sampah dan eceng gondok agar  tidak mentok dipintu saluran saja,” katanya. 

Petani asal Kecamatan Pakisjaya,Maryanto (45), membenarkan  area pesawahan yang berada di wilayah Kecamatan Pakisjaya, masih membutuhkan air.  “Saya berharap pihak PJT II secepatnya mengambil langkah untuk mengangkat eceng gondok yang menyumbat di aliran air irigasi," ujar Maryanto.(yan)

Warga Minta Pinggiran Jalan Diurug

RENGASDENGKLOK, Spirit
Pasca betonisasi Jalan Pasar Rengasdengklok banyak dikeluhkan pengguna jalan. Hal itu terjadi karena pinggiran jalan tidak segera diurug agar ketinggiannya rata dengan permukaan beton. Saat ini banyak kendaraan roda empat maupun dua terperosok saat berpapasan.

Rasiman (43) salah seorang warga mengatakan, sebaiknya pihak Dinas Bina Marga selaku penanggung jawab terhadap pembangunan jalan segera memerintahkan kepada kontraktor agar menyelesaikan penimbunan jalan begitu pembetonan selesai.   Jika tidak,  bisa membahayakan keselamatan para pengendara atau bisa mengakibatkan kerusakan kendaraan yang terperosok tersebut.

"Saya seringkali melihat kendaraan terperosok di pinggiran Jalan Pasar Rengasdengklok, bahkan tak jarang pengendara roda dua sampai terjatuh," ungkap Rasiman, yang sehari-hari mangkal di pertigaan Gedong Jangkung sebagai pengojek, yang ditemui Selasa (14/10).

Menurut Rasiman,  tidak habis pikir kenapa pinggiran jalan itu tidak sampai diurug, padahal antara permukaan dan tanah di pinggirannya lumayan tinggi. “Apakah memang  penimbunan atau pengurugan tidak masuk anggaran,” kata Rasiman.

Hal senada di ungkapkan oleh Edi (49), salah seorang pemilik toko elektronik, yang berada di sekitar pinggiran Jalan Raya Rengasdengklok. Ia  merasa heran mengapa jalan itu dibiarkan tidak segera dilakukan pemerataan di pinggirnya.

“Saya sih cuma berharap pihak pelaksana proyek melaksanakan pekerjaan secara benar supaya tidak ada kendala bagi para penguna jalan, apalagi ini jalan pasar yang sehari-hari ramai  oleh pengunjung yang datang," ujar Edi. (yan)

Razia Lalu Lintas Polsek Rengasdengklok

10 Motor Diduga Bodong Disita

RENGASDENGKLOK, spirit
Sebanyak 10 sepeda motor diamankan oleh petugas kepolisian sektor Rengasdengkok ketika tazia tertib lalu lintas, Sabtu (11/10) pukul, 21.30 WIB. Sepeda motor itu terjaring lantaran pemilik kendaraan tidak mampu memperlihatkan surat tanta kepemilikan sepeda motor, dan diduga kuat bodong alias hasil kejahatan. 

Kapolsek Rengasdengklok, Kompol Ahmad Sayuti mengatakan, meningkatnya aksi kriminalitas di wilayah hukum Polsek Rengasdengklok, dan banyaknya peredaran  motor tanpa surat surat resmi alias bodong yang kerap sekali meresahkan warga Rengasdengklok, menjadi salah satu dasar digelarnya razia tertib lalulintas. 

Selain mengamankan 10 sepeda motor tanpa surat-surat, 20 pengendara sepedea motor mendapat sanksi tilang lantaran melanggar aturan lalu lintas, salah satunya tidak memiliki surat izin mengemudi. 

"Ini merupakan upaya penertiban lalulintas di wilayah hukum Polsek Rengasdengklok, karena seringkali kita mendapat laporan dari warga akan banyaknya para aksi pengendara yang ugal ugalan di jalan, meresahkan warga setempat, dan juga banyak informasi wilayah kami sering kali ada pengedaran motor bodong," ungkap Sayuti.

Dijelaskan, 10 sepeda motor yang diduga bodongditahan di Mapolsek Rengasdengklok. Ditegaskan, jika pemilik kendaraan tidak mampu memperlihatkan surat tanda kepemilikan kendaraan, sepeda motor tersebut  akan serahkan ke Polres Karawang. 

“Sebetulnya kami menggelar razia kali ini, bukan hanya penertiban lalulintas saja, melainkan tujuan kami untuk mengantisipasi adanya kembali aksi aksi para preman yang menggunakan sepedah motor yang ugal ugalan di jalan, yang seringkali meresahkan warga Rengasdengklok. Setelah selesai razia ini, kami juga akan menyisir ke seluruh wilayah hukum kami untuk melakukan patroli, agar masyarakat merasa aman dengan hadirnya kami pihak kepolisian,” tuturnya. (yan)

Mandi di Sungai Citarum Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam

RENGASDENGKLOK, Spirit
Setelah dinyatakan hilang dan dicari tim penyelamat selama 24 jam, Andika bocah berusia 10 tahun yang tenggelam di Sungai Citarum akhirnya diketemukan, Jumat (10/10), sekitar pukul 13.30 WIB. Tim penyelamat menemukan jenazah korban empat kilometer dari tempat korban tenggelam.

Kamis (9/10) sore hari, sekitar pukul 14.30 WIB, Andika saat itu mandi di Sungai Citarum dengan tiga orang temannya, Rizal, Parhan dan Soni. Mereka mengaku terbisa mandi di Sungai Citarum, ttepatnya di Dusun Kerajan, Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok.

“Andika memang yang pertama meloncat dan masuk ke air, tidak lama arus sungai menyeret Andika, dan kamik langsung membantunya dengan menyoporkan sebatang bambu. Tapi karena arus sangat kencang, Andika tidak bisa menangkap bambu itu. Kemudian Andika tenggelam dan menghilang tidak terlihat lagi,” kata teman korban, Rizal (10), kepada Spirit Karawang, Jumat kemarin.

Melihat andika hilang tenggelam, Rizal lantas meminta tolong dan berteriak temannya tenggelam. Tidak lama warga berdatangan dan membantgu mencari Andika. “Setelah itu saya bercerita kepada keluarga Andika bahwa teman saya tenggelam di sungai,” terangnya sambil menangis.

Warga lantas melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Sektor Rengasdengklok. Tim penyelamat kemudian berdatangan mencari korban tenggelam itu. Kapolsek Rengasdengklok, Kompol Ahmad sayuti memimpin tim pencarian korban tenggelam.  Kini kasusnya sedang di selidiki pihak kepolisian sektor Rengasdengklok. (yan)

Saidah: Abrasi Perlu Ditangani Serius

KARAWANG, Spirit
Abrasi yang terjadi di pesisir utara Kabupaten Karawang yang kian parah, mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Kabupaten Karawang, Saidah Anwar. Anggota dewan dari Daerah Pemilihan Karawang 3 tersebut, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk serius dan segera melakukan penanganan. Demikian diungkapkannya di ruang Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Karawang, Rabu (8/10).

Sebagai wakil rakyat dari daerah utara, dirinya mengaku telah turun langsung melihat lokasi bencana abrasi. Dia berharap pihak Pemerintah Kabupaten Karawang untuk segera menanganinya, karena  abrasi telah menggerus area rumah pemukiman beberapa penduduk dan memutuskan putusnya akses jalan. 
“Saya sudah turun ke lokasi. Kondisi paling parah di pantai Pisangan Desa Cemara Jaya. Akses jalan sudah putus, sehingga kendaraan roda empat harus berputar,” ungkapnya.
Ditambahkan dia, berbagai aktivitas perekonomian masyarakat sudah mulai lumpuh dan terganggu. Beberapa lahan tambak, hilang tergerus abrasi. Belum lagi untuk transportasi. Biaya operasional menjadi tinggi. Pasalnya, masyarakat yang seharusnya bisa mengangkut hasil bumi dengan kendaraan roda empat, harus bolak-balik menggunakan roda dua. “Ada di antara mereka yang justru rumahnya mulai digerus abrasi. Kalau rumah itu menjadi tempat kediaman satu-satunya, terus mereka mau kemana?” tutur Saidah. 

Menurut dia,  penanaman mangrove di daerah abrasi tersebut sangat telat. Pasalnya, tanaman  tersebut seharusnya ditanam sebelum abrasi mengganas. “Kalau ditanam sekarang pasti akan tumbang dan hilang dihantam ombak. Jadi kalau sekarang efektifnya dengan membangun penahan gelombang. Memang saat ini sudah ada sebagian yang memasang bantalan-bantalan karet. Akan tetapi hal tersebut juga kurang efektif,” katanya.

Sementara itu, terkait dengan adanya rencana dari Dinas Bina Marga dan Pengairan yang dalam Anggaran 2015 akan menganggarkan Rp 5-10 miliar untuk penanganan abrasi, pihaknya menyatakan persetujuannya. Bahkan, nilai pengajuan anggaran tersebutm, bagi Saidah masih perlu untuk ditambah, mengingat panjang abrasi sudah kian parah, di berbagai titik. 

“Kalau pengajuan anggaran dari Dinas, Rp 5-10 miliar hanya cukup untuk pembangunan penahan gelombang dengan kisaran sepanjang 2 km, saya kira perlu ditambah. Nanti saya akan mengusulkan melalui Badan Anggaran DPRD Karawang, agar bisa ditambah. Kalau Cuma 2 km itu untuk wilayah mana? Kalau akan diperuntukkan bagi daerah yang paling parah, semuanya sudah parah,” katanya. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri mengatakan, biaya penanganan abrasi di pesisir utara Karawang diajukan sebesar Rp 5-10 miliar di RAPBD 2015. 

Pembangunan big water atau tanggul penahan gelombang diperkirakan akan memakan biaya yang cukup tinggi. Oleh karenanya, dalam rapat pertanggungjawaban, Dinas Bina Marga  dan Pengairan akan memnyampaikan hal tersebut. Lantaran biaya yang diperlukan untuk membangun pemecah gelombang tersebut cukup besar,  pihaknya juga akan mengajukan detail engineering  design (DED) ke provinsi maupun ke pusat.

Harapannya, dengan pengajuan DED ke provinsi dan pusat, akan dapat stimulasi bantuan keuangan dari provinsi maupun pusat khusus untuk penanganan abrasi yang ada di Karawang, agar wilayah penangananya pun semakin luas. (top) 


Pangdam Buka TMMD Di Kecamatan Batujaya

BATUJAYA, Spirit
Ratusan anggota TNI mengikuti upacara pembukaan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 93, Kamis (9/10/) di Lapangan Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang. Upacara pembukaan yang digelar  Kabupaten Karawang tersebut  sebagai upaya turut  memperbaiki  kehidupan masyarakat di daerah.

Panglima Daerah Militer (PangDam) III  Siliwangi  Mayjen  TNI Dedi Kusnadi,  selaku Inspektur Upacara mengatakan, sasaran fisik program TMMD diarahkan pada pembangunan infrastruktur, sarana, dan prasarana yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat. 

“Maka dari itu tema TMMD ke 93  yakni Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa, Kita Tingkatkan Sinergitas Kegiatan dan Kerjasama Antar TNI, Polri, Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Pemerintah Daerah dan Segenap Komponen Masyarakat Untuk Mewujudkan Percepatan Pembangunan di Pedesaan Menuju Masyarakat yang Damai dan Sejahtera,” ujar Pangdam.

Masih kata Panglima III Siliwangi,  bantuan  anggaran merupakan hibah dari APBD II Pemerintahan Kabupaten Karawang sebesar Rp 1,5 miliar.Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Karawang,   Ketua DPRD Karawang,   Komandan Kodim 0607 serta DanRem Cirebon. Tampak  juga anggota Kodim, Polres,  Satpol PP, Linmas, mahasiswa, Pramuka dan pelajar serta aparatur desa se Kecamatan Batujaya.

Sementara itu Wakil Bupati dr Cellica Nurachadiana, mengungkapkan, anggaran untuk kegiatan TMMD itu bersifat hibah. Hal itu juga sebagai ugkapan  rasa syukur bahwa TNI bekerja untuk rakyat serta membangun dan menyejahterakan rakyat.  “Karena TNI lahir dari Rakyat," katanya

Pembukaan TMMD di lapangan Kecamatan Batujaya  ditandai dengan pemberian alat kerja  oleh Mayjen TNI  Dedi Kusnadi kepada anggota TNI. Setelah itu   memberikan bantuan sembako secara simbolis, kepada warga kurang mampu. Pada saat yang sama   sejumlah TNI melakukan donor darah yang dilaksanakan oleh PMI Karawang. Ada juga penyuluhan pil KB.

Selanjutnya rombongan langsung meninjau pelaksanaan TMMD di Desa Karya Bakti Kecamatan Batujaya . Di antaranya meninjau pasar murah dan pengobatan gratis serta meninjau lokasi TMMD.
Direncanakan TMMD di desa tersebut berlangsung selama 21 hari. Mereka membangun beberapa fasilitas umum di antaranya peningkatan jalan  desa setempat, membangun rumah warga yang tak layak huni dan juga pembangunan  PAUD.(yan)

Dengklok Macet, Semakin Semerawut

RENGASDENGKLOK, spirit
Keberadaan jalan yang sudah macet oleh pedagang ditambah parkir kendaraan yang asal, membuat kemacetan di Pasar Rengasdengklok semakin semerawut. Saat ini, kemacetan bukan saja terjadi pagi hari, tapi setiap saat. Sayangnya, ini belum menjadi perhatian serius instansi terkait.

Seperti diungkapkan Aripin (32) yang sehari-harinya melewati jalan di depan Pasar Rengasdengklok. Menurut dia, kondisi kemacetan jalan raya Rengasdengklok semakin hari terlihat semakin parah.

Kata dia, pada situasi saat ini seharusnya Polsek Rengasdengklok bisa meminimalisir kemacetan dengan menerjunkan petugasnya mengatur lalu lintas. Jangan sampai ada asumsi masyarakat, polisi hanya diam tidak melakukan pembenahan melihat kemacetan di jalan ini.


“Coba dong, turunkan petugas untuk mengatur lalu lintas agar kemacetan di jalan ini bisa teruraikan," ungkap warga Kecamatan Jayakerta ini, kepada Spirit Karawang, Jumat (26/9).

Kata dia, titik kemacetan terparah terjadi di depan Pasar Rengasdengklok tepatnya di depan kantor kecamatan lama. Hingga kini, jalan itu masih menjadi satu-satunya jalur perlintasan bagi pengguna jalan yang menuju arah Karawang kota. Selain mobil angkutan umum, motor, becak juga truk.


"Kalau pagi hari, jika kita lewati jalur ini dipastikan akan terjebak kemacetan fatal, karena jalan ini satu-satunya jalur perlintasan yang mudah diakses. Meski ada jalur lain, namun kita harus berputar-putar dan akan memakan waktu lebih lama lagi. Apalagi sekarang ditambah pembangunan jalan yang belum selesai, kemacetan di sini semakin kusut dan tidak ada solusi," katanya.

Ditempat erbeda, Deden Yuda (45) warga Kutawaluya mengaku, kalau sebenarnya kemacetan ini akibat Polsek Rengasdengklok tidak mengatur arus lalu lintas yang keluar-masuk Pasar Rengasdengklok. Hal ini yang membuat Rengasdengklok semakin macet.



”Macet yang ada di Rengasdengklok waja, karna lihat saja, dengan bebasnya jalan terganggu dan  tidak ada pengatur lalu lintas,” jelasnya.


Beberapa waktu lalu, Kapolsek Rengasdengklok, Kompol Akhmad Sayuti pernah menyatakan kepada wartawan, akan mengurai kemacetan di Pasar Rengasdengklok, tetapi hingga saat ini, pernyataan Kapolsek itu belum terbukti. (yan)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. POTRET KARAWANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger