KARAWANG, Spirit
Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Karawang segera dipindah ke Kampung Budaya, di Jalan Interchange Karawang Barat, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur. Selain Kampung Budaya yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah tidak kosong, pemindahan kantor tersebut juga bekas kanor disbudpar akan dijadikan bagian cagar budaya daerah.
Kantor Disbudpar Kabupaten Karawang sekarang merupakan cagar budaya, karena di kompleks tersebut dulu merupakan gedung juang peninggalan perjuangan kemerdekaan. “ Nanti kita upayakan dalam gedung juang tersebut terdapat pendopo yang dapat dijadikan tempat pertemuan. Renovasi gedung tersebut menjadi bagian dari sejarah yang nantinya dijadikan tujuan wisata,” kata Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Karawang, Natala Sumedha, di ruang kerjanya, Sekretariata DPRD setempat, Kamis (20/11).
Pelestarian cagar budaya dengan memindah kantor Disbudpar, menurut dia, sangat mungkin akan berlanjut dengan beberapa gedung lain di kompleks alun-alaun Karawang. Baginya, beberapa tempat seperti pegadaian, asrama kepolisian, dan sisi barat alun-alun yang salah satunya saat ini dipergunakan sebagai minimarket, yang dulunya merupakan tempat bersejarah.
“Secara bertahap, kita akan menjadikan daerah sekitar alun-alun sebagai kawasan cagar budaya untuk wisata sejarah,” tambah politisi PDI Perjuangan Karawang ini.
Selain itu, ia juga mengapresiasi usulan Wakil Ketua DPRD I Karawang, Sri Rahayu Agustina, yang berharap di kompleks cagar budaya dapat dijadikan tempat untuk aktifitas pejabat Pemkab. Bahkan, ketika disodorkan tawaran oleh Sri agar pejabat tiap hari Jumat melakukan aktivitas di Gedung Juang, Natala menyiratkan kesetujuannya.
“Ya baguslah, kalau nanti saat sholat Jumat tiba, mereka dapat melakukannya di Masjid Agung,” ujarnya.
Ia berencana pula, dalam kompleks Gedung Juang nantinya juga dilengkapi dengan perpustakaan umum, sehinggabisa menjadi tempat bagi para siswa, mahasiswa, dan masyarakat lain untuk saling berinteraksi serta menambah wawasan keilmuan. “Harus diupayakan terdapat jaringan internet melalui wi fi, sehingga para pengunjung dapat browsing internet sebagai media komunikasi dan informasi,” jelas wakil rakyat dari Dapil I Karawang ini.
Sementara itu, terkait dengan fungsi lain dari Kampung Budaya, ia meminta Disbudpar Kabupaten Karawang dapat membuat program-program yang mengangkat kebudayaan, terutama yang berciri khas atau ikon daerah ini. “Misalnya dengan membina para perajin batik Karawang dan saya minta Disbudpar segera membuat hak paten batik Karawang.”
Dalam ksempatan itu, natala menanyakan output dari program budaya yang telah beberapa kali digelar Disbudpar. “Dari acara yang digelar mana outputbagi budaya, khususnya di Karawang ini. Ke depan saya mohon Disbudpar benar-benar inovatif membuat program yang bermanfaat bagi tumbuh dan kembangnya budaya lokal.”(top)








Posting Komentar