Karawang, Spirit
Dipicu naiknya harga bahan bakar minyak (BBM), harga komoditas buah-buahan di Pasar Tradisional Karawang merangkak naik. Harga buah impor maupun buah lokal semua naik di kidaran Rp 3.000 hingg Rp 4.000 ribu pr kilogram.
“Kenaikan harga buah sudah terasa sepekan sebelum harga BBM naik,” kata Roni (35), pedagang buah di Pasar buah jalan Dewi Sartika, Kamis (20/11).
Berdasarkan pantauan Spirit Karawang, harga jeruk Mandarin saat ini bertengger di angka Rp 35 ribu per kilogram atau naik sebesar Rp 3.000 dari harga asal Rp 32 ribu per kilogram. Sama halnya dengan buah lokal, jeruk Medan naik menjadi Rp 34 ribu perkilogram dari harga asal Rp 28 ribu.
“Untuk buah apel impor harganya naik menjadi Rp 35 ribu per kilo. Sedangkan buah anggur Rp 60 per kilo,” ujar Roni dilapaknya, Kamis (20/11), kepada Spirit Karawang.
Menurut Roni, kenaikan harga BBM membuat orang menjadi jarang belanja buah-buahan. Hal itu berakibat jarangnya calon pembeli mengunjungi lapaknya.
Adapun yang membeli, hanya mereka yang sudah menjadi pelanggan. “Kalau orang selewat tau harga buah-buahan mahal suka jarang jadi belanjanya. Tapi kalau yang sudah langganan, mereka mengikuti harga.”
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang, Annazri, memprediksi kenaikan harga BBM sebesar Rp 2 ribu menyebabkan inflasi rata-rata sebesar 6 persen di semua daerah. Menurut dia, inflasi akan berdampak terhadap naiknya harga-harga meski tidak signifikan.
“Naiknya harga BBm itu kebijakan fiskal. Saya lihat, pemerintah pusat sudah mengatasi inflasi tersebut menggunakan kebijakan moneter dengan menaikkan BI rate (suku bunga acuan, Red ) menjadi 7,75 persen, sehingga inflasi bisa dibendung,” katanya.(fjr)








Posting Komentar