NAIKNYA harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang di tetapkan pemerintah pada Selasa (18/11/2014) pukul 00.00 WIB, membuat sejumlah perajin roti di Kecamatan Kutawaluya, Kabuipaten Karawang cemas. Dengan naiknya harga BBM tersebut sudah di pastikan akan berdampak terhadap naiknya sejumlah bahan baku pembuatn roti.
Kekhawatiran tersebut, antara lain terasa oleh salah seorang perajin roti, Warso (24), warga dusun Karanganyar, Desa Kutakarya, Kecamatan Kutawaluya. "Dengan naiknya harga BBM sekarang, terus terang saya selaku pedagang kecil merasa sangat cemas. Biasanya kenaikan harga BBM menjadi pusat kenaikan setiap harga barang di pasaran," kata Warso, yang sedang merapihkan daganganya, saat dtemui Spirit Karawang, kemarin.
Kalau saja BBM sudah naik seperti sekarang, lanjutnya, ia memastikan harga telur yang tadinya hanya Rp 200 ribu per peti akan naik entah berapa juga. Begitu juga terigu yang tadinya hanya Rp 400 ribu per kuintal, akan ikut ikutan pula.
“Belum lagi harga gula dan yang lainya, semua sama akan ikut naik,” keluhnya.
Sementara semua bahan baku roti pada naik, ia ragu harga roti yang dibuatnya bisa naik pula, karena calon pembeli belum tentu mau membeli dengan harga yang lebih tinggi dari biasanya. “Jadi saya merasa sangat bingung sekali dengan kenaikan harga BBM ini.”
Bukan masalah bahan baku saja, ia pun mencemaskan biaya transportasi. Naiknya ongkos angkutan, diyakininya akan menjadi kendala saat ia mengantarkan produk rotinya ke warung-warung pengecer di sekitar Kutawaluya dan Rengasdengklok.
“Untuk mengantarkan roti ke sana, tentu akan mengeluarkan ongkos angkutan yang lumayan besar juga. Ya, kalau intinya dengan naiknya harga BBM ini, kami selaku pedagang kecil, takut usaha kami terancam bangkrut,” katanya(sopyan junior/spirit karawang)








Posting Komentar