KARAWANG, Spirit
Bentrokan antara warga Kampung Ciparay dengan petugas keamanan kawasan Industri Suryacipta, Kecamatan Ciampel,dua kali terjadi, yakni Kamis (20/11) malam dan Jumat (21/11) pagi.
Akibat bentrokan tersebut, satu mobil patroli dan satu sepeda motor milik keamanan Suryacipta rusak. Sedangkan satu kios warga hangus terbakar dan beberapa orang terluka akibat terkena lemparan batu.
Bentrokan pertama terjadi pada Kamis (21/11) pada pukul 20.00 WIB. Saat itu, sejumlah warga memblokir sebuah ruas jalan kawasan sehingga mengganggu arus lalu lintas kendaraan perusahaan. Bersamaan dengan itu, sebuah mobil keamanan yang tengah melintas berpatroli, tiba tiba di rusak sekelompok massa. Sempat terjadi ketegangan di antara kedua belah pihak. Namun, jajaran Polsek Ciampel berhasil meredam emosi kedua pihak dengan cara berdialog.
“ Pas Kapolsek Ciampel datang, baru blokir jalan dibuka warga dan kami melakukan mediasi malam itu juga, “ kata Catur, Komandan Keamanan Suryacipta, Jumat (21/11).
Berikutnya, kata Catur, pada Jumat (21/11) pagi perwakilan kecamatan, kelurahan, polsek, dan Karangtaruna Kutanegara, kembali hendak melakukan mediasi untuk menyelesaikan masalah. Namun, saat petugas keamanan menjaga lokasi konflik, sejumlah warga melakukan penyerangan dan pelemparan terhadap petugas keamanan. Akibatnya kedua pihak terpancing emosi dan terjadi saling lempar batu.
“ Memang, pagi itu kami mengirim beberapa anggota untuk memagar dan menjaga pangkalan ojek itu, tapi kemudian diserang sejumlah warga dengan lemparan batu, karena kami mendapat tugas, maka terpaksa kami juga melawan. Soalnya pangkalan itu berdiri di tanah milik kawasan Suryacipta” jelasnya.
Beruntung, jajaran Polsek Ciampel dan Polres Karawang datang kembali ke lokasi untuk menenangkan kedua pihak sehingga bentrokan tidak terus berlarut. “Kalau tidak ada polisi, sepertinya bentrokan terus terjadi. Kami disuruh mundur kembali ke pos,” tandasnya.
Sementara, Atep (40) warga setempat, mengatakan, bentrokan terjadi antara warga Kampung Ciparay dengan keamanan, karena merasa dirugikan dengan tindakan petugas keamanan Suryacipta, yang hendak melakukan penggusuran terhadap pangkalan ojek milik warga yang berdiri di sekitar Kawasan Industri Suryacipta.
Menurut Atep, bagaimana pun pangkalan ojek adalah tempat warga mencari nafkah. Selain itu, beberapa warga juga mengais rejeki di sekitar pangkalan ojek dengan berjualan.
“Kalau ini di gusur warga nggak bisa ngojek lagi, terus mau usaha apa?” kata Atep, Jumat (21/11) di lokasi kejadian.
Di samping itu, warga juga mengaku pangkalan ojeg tersebut merupakan akses keluar masuk alternatif dari jalan Kampung Ciparay menuju kawasan. Pasalnya, pihak Suryacipta berencana akan menutup akses jalan tersebut, sehingga warga merasa keberatan.
“Jika pangkalan dan jalan ini ditutup, kami harus berputar jauh ke gerbang utama,” katanya.
Warga juga menyesalkan, kata Atep, kenapa pihak kemanan merusak dan membakar gerobak tempat berjualan milik warga. Akibatnya, warga juga semakin terpancing untuk melakukan perlawanan. “ Itu, ada gerobak jualan milik warga yang di bakar, padahal nggak harus mereka lakukan itu,” ujarnya.
Sedangkan, Kapolsek Ciampel, Iptu Rifladhy, belum dapat memberikan keterangan secara resmi. Pasalnya, pihaknya masih terus berupaya mencari jalan keluar dengan melakukan upaya mediasi dengan mempertemukan pihak yang bertikai.
“ Ini hanya kesalahfahaman saja, kami masih lakukan upaya damai antara kedua pihak, supaya hal ini tidak terus berlarut,” katanya.
Namun, untuk menjaga situasi tetap aman dan terkendali, Polres Karawang menerjunkan satu peleton pasukan Dalmas di Kawasan Industri Suryacipta. (dit)








Posting Komentar