Organda Ajak Mogok Nasional

Kenaikan BBM Menuai Berbagai Reaksi


JAKARTA, Spirit
Kurang dari 24 jam setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi, Ketua Umum Organisasi Angkutan Darat (Organda) Eka Sari Lorena mengatakan Organda akan melakukan aksi mogok nasional, pada Rabu (19/11) hari ini.

“Pada Rabu (19/11), Organda Indonesia dari Sabang sampai Merauke akan melakukan stop operasi sebagai bentuk keprihatinan,” kata Eka, sebagaimana disampaikan kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.

Aksi tersebut, tambah Eka, merupakan hasil keputusan Mukernas DPP Organda Pusat di Semarang, Jawa Tengah.

Mogok itu, menurut rencana, akan dilakukan seharian penuh.

“Namun, mungkin untuk angkutan taksi, penumpang yang sudah memesan untuk pagi hari akan diantar terlebih dulu.”

Ketika ditanya apakah Organda berencana menaikkan tarif angkutan umum, Eka balik bertanya, “Kalau menaikkan tarif terus, siapa yang mau naik angkutan umum?”

Eka merujuk kejadian ketika BBM subsidi naik Rp 1.000 pada 2012.

“Saat itu, kenaikan BBM subsidi berefek ke penyesuaian tarif angkutan sebesar 19,1%. Bayangkan sekarang saat kenaikan BBM Rp 2.000,00”

Atas dasar itu, Eka mengaku telah menyurati kementerian-kementerian terkait guna meminta skema insentif angkutan umum.

“Kita mendengar jaringan pengaman diberikan kepada pertanian, nelayan, dan lain-lain. Namun, sampai hari ini tiada upaya pemerintah untuk menolong angkutan umum. Kita sudah meminta insentif kepada pemerintah,” ujar Eka.

Sementara itu, pejabat Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Zainal Arifin, mengatakan pihaknya sedang melakoni rapat terkait dengan tarif angkutan darat setelah harga bahan bakar minyak subsidi dinaikkan.

Soal dampak kenaikan BBM, Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, I Kadek Dian Sutrisna Artha memprediksi adanya dampak langsung ke sektor transportasi.

“Yang menggunakan solar adalah bus dan truk. Adapun truk paling banyak digunakan untuk kepentingan logistik. Biaya logistik yang naik tentu akan mempengaruhi harga-harga kebutuhan pokok.”

Pembangunan prasarana
Pemerintah Indonesia menjelaskan dana yang selama ini digunakan untuk subsidi BBM akan dialihkan sebagai bantuan langsung kepada rakyat miskin dan juga untuk pembangunan prasarana.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro kepada para wartawan setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM mulai Selasa 18 November, seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Sri Lestari.

"Kebijakan hari ini akan memberikan tambahan untuk belanja produktif di atas Rp 100 triliun. Tentunya kemana belanja produktifnya, sebagian akan ke infrastruktur dan sebagian untuk perlindungan sosial bagi keluarga miskin dan hampir miskin," jelas Bambang.

Adapun jumlah persisnya dari dana yang berasal dari subsidi BBM tersebut masih akan dihitung lagi untuk dimasukkan dalam perubahan RAPBN 2015.

Namun ada inovasi baru dari pemerintah baru dengan cara antara lain menggunakan e-money atau rekening tabungan yang sedang disiapkan.

Sudarno Sumarto PhD 
Salah satu sektor yang akan menjadi perhatian adalah untuk meningkatkan produksi pangan di Indonesia, seperti dijelaskan oleh Menko Perekonomian Sofyan Djalil.

"Itu akan digunakan untuk memperbaiki irigasi yang rusak, membangun irigasi yang baru. Insya Allah dalam dua tahun kita bisa swasembada beras."

Produksi energi, tambah Sofyan Djalil, juga akan mendapat tambahan dana bersama dengan sektor maritim dan kelautan serta perbaikan jalan maupun pembangunan jalan baru.

Perlindungan sosial
Sedangkan untuk bantuan sosial, pemerintah memastikan bahwa pemegang Kartu Perlindungan Sosial di 34 provinsi sudah bisa mencairkan dana perlindungan sosialnya.

Kenaikan harga akibat pengurangan subsidi BBM disambut positif oleh peneliti senior dari lembaga penelitian ekonomi SMERU, Sudarno Sumarto PhD.

Selama ini, menurutnya, kebijakan subsidi BBM tidak tepat sasaran sehingga saatnya untuk meniadakannya jika pemerintah ingin mengurangi kesenjangan ekonomi di Indonesia.

"Mereka yang menikmati adalah kelompok menengah ke atas, yang naik mobil, yang naik pesawat. Jadi hampir 70% dari subsidi BBM dinikmati oleh 30% hingga 40% kelompok atas,"  katanya kepada wartawan BBC Indonesia, Liston Siregar.

Sudarno mengakui bahwa selama ini ada kritik dalam pembagian bantuan langsung, namun kini ada inovasi yang disiapkan.

"Yang menjadi persoalan adalah orang yang seharusnya dapat namun tidak dapat, tapi bukan programnya itu sendiri."

"Namun ada inovasi baru dari pemerintah baru dengan cara antara lain menggunakan e-money atau rekening tabungan yang sedang disiapkan. Jadi mungkin orang tidak bisa langsung mengggunakan uang itu untuk kebutuhan-kebutuhan konsumtif," tambahnya.(bbc)

Share this video :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. POTRET KARAWANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger