PURWAKARTA, Spirit
Sebanyak sebelas orang perempuan yang rata rata masih dibawah umur alias anak baru gede (ABG) mengaku menjadi korban pencabulan seorang pria berinisial SAK. Pria yang berdomisili di Desa Pasanggrahan Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta itu memperdaya korbannya telah kerasukan setan sehingga harus diobati dengan cara meminum air yang diduga telah dicampur obat bius, hingga akhirnya korban tak sadarkan diri lantas leluasa berbuat cabul.
Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Tri Hartanto menjelaskan, seluruh korban yang melaporkan SAK, pada Selasa (18/11) telah menjalani visum etrepertum di RSUD Bayu Asih Purwakarta.Pihaknya pun telah meminta keterangan dari seluruh korban.
Dijelaskan, berdasarkan pengakuan sementara para korban, awalnya sang dukun mengatakan kalau calon korbannya kemasukan setan sehinggga harus diobati dengan cara dimandikan, agar calon korban tidak sampai menjadi gila. Akan tetapi, setelah dimandikan dan diberi minum, calon korban kemudian tidak sadarkan diri hingga kemudian dicabuli pelaku.
Menurut Tri, aksi kejahatan yang dilakukan tersangka berlangsung sejak Agustus 2014 lalu hingga awal Nopember. Pada umumnya para korban mengaku telah lima kali dicabuli SAK. “Tersangka bakal dijerat undang undang No 80 Tahun 2002 tentang perlinsungan anak dengan ancaman kurungan selama 15 tahun penjara,” ungkapnya.
Sementara itu Bunga (bukan nama sebenarnya) yang baru berusia 16 tahun dan duduk dibangku kelas XI kepada Spirit Karawang menuturkan, dia bertemu dan berkenalan dengan SAK secara kebetulan. SAK mengatakan jika Bunga tengah kemasukan setan, dan kemudian menwarkan diri untuk mengobati dan mengusir setan tersebut.
“SAK berdalih kalau setannya tidak diusir, saya akan menjadi gila, dan saya pun akhirnya mau diobati,” katanya. Kendati sebelumnya sempat bingung karena pengobatannya dengan cara mandi di sungai, namun akhirnya Bunga menurutinya. Bunga dimandikan di sungai dan diberi minum. Setelah minum air yang diberikan SAK, Bunga mengaku tidak sadar apa yang menimpa dirinya.
Aksi sang dukun cabul akhirnya terbongkar oleh warga Kampung Cileutik Desa Pasanggrahan Kec. Tegalwaru yang curiga karena banyak gadis yang keluar masuk ke rumahnya. SAK oleh sejumlah warga sempat diamankan di kantor desa setempat namun puluhan warga yang geram dengan ulah SAK sempat menghajar hingga mengalami luka dan tidak sadarkan diri. (Asp)








Posting Komentar