Lonjakan Harga Cabai Bukan Dampak BBM


JAKARTA, Spirit 
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga berpendapat bahwa lonjakan harga komoditi cabai di Jakarta bukan karena dampak penaikan harga BBM.

"Data yang ditemukan di sini menjelaskan jika jumlah pasokan yang berpengaruh terhadap harga, bukan faktor BBM," kata Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Jakarta, Kamis (20/11).

Ia menjelaskan, pasokan berkurang karena petani cabai di sejumlah daerah di Indonesia belum mencapai masa panen, beberapa daerah di Indonesia bahkan baru memasuki masa tanam.

"Masa panen cabai sudah berakhir, sekarang masa tanam, sehingga tiga bulan ke depan pasokan tetap masih mengalami kekurangan," katanya.

Menurut informasi yang diberikan oleh para pemasok cabai, komoditi cabai di Jakarta berasal dari Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur dan beberapa daerah di Jawa Tengah.

Puspayoga mengatakan akan memaksimalkan upaya dari koperasi setempat di berbagai daerah untuk membantu proses distribusi komoditi sayuran dan cabai.

Harga cabai keriting merah mencapai Rp75 ribu sedangkan harga cabai keriting hijau Rp60 ribu, pada bulan November ini pasukan cabai mengalami penurunan sebesar 40 persen.

Ia memperkirakan pasokan akan kembali lancar sekitar bulan Januari hingga Maret, karena pada masa tersebut banyak petani cabai yang sudah panen kembali.

Sementara itu, pedagang di pasar berharap agar pemerintah bisa membantu menstabilkan harga kembali, supaya pedagang tidak kesulitan menentukan harga.

"Hal yang jelas kami ingin harga normal lagi saja, karena jika tinggi seperti ini kami juga susah menentukan harga dan pembeli juga cenderung pilih-pilih," ujar Idah, salah satu penjual cabai di Pasar Induk. 

Share this video :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. POTRET KARAWANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger