KARAWANG, Spirit
Laju pertumbuhan penduduk sebesar di Kabupaten Karawang menjadi beban pekerjaan tersendiri bagi Pemkab setempat. Laju pertumbuhan di daerah ini mencapai 3,8 persen, melebihi laju pertumbuhan nasional.
“Hal ini perlu terus dipikirkan secara serius oleh kami Pemkab Karawang, jumlah penduduk perlu diawasi dengan baik, begitu pun kualitas kesehatan dan pendidikan, serta manajemen penataan yang perlu diperhatikan kembali,” kata Wakil Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, tempo hari
Ia mengungkapkan, Badan Keluarga Berencana dan Pemeberdayaan Perempuan (BKBPP) setempat telah berhasil menekan angka kelahiran dan sekaligus menghambat laju pertumbuhan penduduk di Karawang. Namun, ujarnya, hambatan justru didapat akibat adanya migrasi penduduk, dari daerah lain ke Karawang.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, Pemkab Karawang sangat berkeinginan bisa mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, karena tanpa pengendalian yang benar, bonus demografi bisa menjadi beban. “Yang seharusnya terjadi di tahun 2020, tapi ditahun 2014 saja Karawang sudah mengalami.”
Ia mengimbau seluruh kader KB dan kader PKK bersama-sama memiliki semangat membangun dan menjalankan program-program pemerintah. Karawang dalam waktu dekat sudah masuk ke dalam daerah yang sangat maju, seiring dengan banyaknya pembangunan yang dipilih pemerintah pusat dengan lokasi di daerah ini.
“Rencana pembangunan pelabuhan dan bandara, walaupun masih menjadi perdebatan, secara dominan pihak ketiga ingin lokasinya tetap berada di Karawang dan tinggal menunggu proses kajian. Untuk itu, kami dari Pemkab menghimbau semua penduduk Karawang, jangan hanya menjadi saksi atau penonton kemajuan Karawang. Jangan sampai kalah bersaing dengan penduduk pendatang,” katanya.
Sementara itu, Kepala BKBPP Karawang, Yuska Yasin menyebutkan, untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesehatan masyarakat, pihaknya telah bekerja sama dengan TNI yang bertugas di daerah ini. “Dasar pemikirannya dari telegram Panglima TNI nomor SR/178/2014, tertanggal 18 Februari 2014 tentang perintah giat baksos TNI KB-Kes yang kerjasama dengan BKKBN di wilayah masing-masing. Alhamdulillah kegiatan ini sudah terlaksana sejak bulan Mei sampai dengan bulan Okober lalu.”
Kegiatan tersebut, kata dia, rencana ditindaklanjuti dengan pencanangan KB-Kes, melalui kesatuan gerak PKK KB-Kes, untuk menimbulkan sinergitas antara PKK, BKBPP, Dinas Kesehatan (Dinkes), LSM, dan dunia usaha. “Kita satukan langkah menyongsong keluarga Indonesia sehat, aman dan sejahtera. Tujuannya untuk meningkatkan cakupan pelayanan berkualitas, dalam program pemberdayaan kesejahteraan keluaraga.” (top)








Posting Komentar