KARAWANG, Spirit,
Keluhan kemacetan arus lalu lintas di depan PT Besco , Jalan Raya Purwasari, Kecamatan Cikampek, mendapat perhatian khusus dari Polres Karawang. Sejak tiga hari terakhir, Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Karawang bekerjasama dengan Dishubkominfo bekerja keras mengurai kemacetan arus lalu lintas di ruas jalan tersebut dengan berbagai solusi.
Kanit Turjawali , Iptu Bayu Marfiando mengatakan, kemacetan di ruas jalan Purwasari , depan PT Besco, kerap terjadi disaat jam keluar karyawan perusahaan pada pukul 16.00 hingga 17.00 WIB.
“Pada jam tersebut, banyaknya karyawan yang menyebrang jalan membuat arus lalu lintas kendaraan tersendat. Kondisi tersebut diperparah dengan padatnya angkutan umum yang berhenti menunggu penumpang di sembarang tempat. Tapi penyebab utama adalah penyebrang jalan terutama karyawan yang menyeberang jalan satu persatu. Jadi arus tersendat,” katanya.
Mengatasi masalah tersebut, Satuan lalulintas dan Dishub mengurai kemacetan dengan cara menempatkan anggotanya di beberapa titik di area tersebut. Tujuannya, membantu proses penyebrangan karyawan agar tertib.
“Kami tumpuk dulu hingga 20 -30 orang baru nyeberang, jadi ada jeda buat kendaraan untuk melaju dengan lancar,” terang Bayu. Selain faktor penyeberang jalan, kata dia, penumpukkan angkutan kota yang menunggu penumpang telah ditertibkan.
Solusinya, jelas Bayu, kepolisian bersama dishub dan organda telah membuat komitmen agar angkutan kota yang ngetem tidak lebih dari satu jalur. Pasalnya, pemasangan rambu dilarang stop juga sepertinya tidak digubris oleh para sopir angkot.
“Seharusnya dilarang keras naik atau turunkan penumpang di area itu, kalo perlu di tilang. Hanya, Polantas dan Dishub masih memberikan toleransi dengan cara mengatur angkot agar antri secara tertib. Pasalnya, bila dipaksakan ditindak tegas, angkot juga tidak punya tempat pemberhentian khusus. Lahannya tempat mereka berhenti tidak ada sama sekali,” katanya.
Disamping itu, ungkap Bayu, rencana jangka panjang antara kepolisian dan dishub yaitu mengajukan pembuatan jembatan penyebrangan kepada pihak Perusahaan Besco sehingga karyawan yang menyebrang jalan tidak menghambat arus lalu lintas. “Hal itu sudah disampaikan kepada pihak perusahaan, dan ditembuskan juga kepada pemerintah. Tinggal menunggu waktu saja, semoga saja dapat terealisasi secepatnya, supaya kemacetan disini tidak lagi terjadi,” ungkapnya.
Sementara, disisi lain, salah seorang pengendara motor, Dayat (30), warga Sukaseuri, yang setiap hari pulang pergi melintasi jalur tersebut, menyatakan selama tiga hari terlihat ada petugas polisi yang mengatur lalu lintas, jalan di depan Besco sudah agak lancar, meskipun belum seratus persen.
“Ya namanya juga orang, tertibnya kalo ada polisi doank, polisi nggak ada, tetep aja pada rebutan jalan,” cetusnya. Namun, Dayat berharap pihak berwenang dalam hal ini kepolisian, pemerintah, serta dinas terkait segera menemukan solusi tepat untuk mengurai kemacetan di jalur tersebut. “Kita mah warga, pengennya lancar saja gimana caranya. Kalau perlu tegas, ya tindak tegas jangan ragu. Nanti lama -lama juga pada terbiasa tertib,” tukasnya. (dit)
-1.jpg)







Posting Komentar