KUTAWALUYA, Spirit
Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Kutawaluya melakukan sertifikasi uji kelayakan bangunan terhadap proyek bangunan yang dikerjakan di 12 tempat pengelola kegiatan (TPK) yang berlokasi di 12 desa, Rabu (15/10). Dana pembuatan bangunan tersebut bersumber dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan tahun 2014.
Jajaran UPK yang melakukan monitoring uji layak bangunan tersebut, di pimpin langsung oleh Ketua UPK Kecamatan Kutawaluya, Aef hidayat. Ia langsung turun melakukan pengecekan silang apakah bangunan yang di kerjakan oleh sejumlah pengurus TPK Kutawaluya itu layak atau tidak.
Tim UPK juga memonitor langsung pelaksanaan pembangunan proyek PNPM Mandiri Perdesaan tersebut. Mereka melakukan pengecekan terhadap kualitas bangunan, bahkan tim juga mengukur diameter serta ukuran panjang proyek tersebut.
"Kami ke sini dalam rangka melakukan sertifikasi uji kelayakan. Melakukan pengontrolan pada seluruh proyek pembangunan program PNPM yang di kerjakan oleh seluruh TPK merupakan pekerjaan yang sangat penting. Pasalnya kalau saja tidak dikontrol, yang saya takutkan pekerjaan mereka tidak sesuai dengan rancangan anggaran biaya (RAB) yang di ajukan mereka,” papar Aef.
Akan tetapi, menurut Aef, dirinya yakin pekerjaan proyek PNPM di wilayah Kecamatan Kutawaluya semuanya sesuai dengan bestek dan mengacu pada ketentuan yang ada. Bahkan secara matematis, pekerjaan proyek PNPM yang sedang di kerjakan di Desa Kutakarya sangat berlebihan. Pasalnya dari proyek sebesar Rp 237.000.000,00 tetapi baru dicairkan sekitar Rp 80 jutaan saja.
“Padahal pekerjaanya hampir rampung, tetapi saya nilai ini merupakan pekerjaan yang sangat baik sekali,” kata Aef.
Sementara ketua TPK Desa Kutakarya, Aning, mengatakan, pekerjaannya lebih cepat dirampungkan, walaupun dana yang dicairkan baru sedikit. Ia berusaha menalangi dana sendiri,.
“Saya punya inisiatif seperti ini, karena saya beranggapan kalau pekerjaan ditunda-tunda nanti kualitasnya akan berbeda. Tetapi tanpa henti dikerjakan kualitas pekerjaan akan rata," ujar Aning. (yan)








Posting Komentar