Sekda: Soal Pemekaran Kita Wait and See
CIKAMPEK, Spirit
Anggota DPRD Kabupaten Karawang, Elievia Khrisiana mengatakan, untuk menyelesaikan permasalahan semrawutnya Pasar Cikampek harus ada rencana pembangunan yang jelas, sehingga kondisinya benar-benar bisa tertata.
“Saya di Komisi C menyangkut tata ruang mungkin ke depan akan dibahas (tentang semrawutnya Pasar Cikampek), tapi tentu tidak bisa sekaligus, karena itu menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar Elivia, kepada Spirit Karawang usai menghadiri acara syukuran pelantikan Jokowi-Jk di Cikampek. Rabu (22/10) malam.
Kemudian penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) bisa dilakukan, kalau sudah ada tempat untuk relokasi para PKL yang selama ini menjadi penyebab semrawutnya Pasar Cikampek.
“Karena ini juga terkait dengan berbagai pihak. Nah, ini harus ada relokasi dulu, karena mungkin penataan itu bisa tapi untuk penertiban harus ada jeda waktu karena di sini ada wacana untuk pembuatan site plan (rencana penataan),” katanya.
Menurut Elievia, site plan tersebut harus dibuat karena menjadi acuan untuk bisa menata Pasar Cikampek itu sendiri, karena kalau sampai tidak ada site plan bisa dipastikan keberadaan Pasar Cikampek akan tetap semrawut.
“Jadi tidak beres-beres, karena ini menyangkut kehidupan orang, sehingga harusnya diprogram secara betul-betul tertata,” ungkapnya.
Terkait permintaan Terminal Cikampek untuk dijadikan tempat relokasi para PKL, dia menyampaikan semuanya harus dikaji secara matang, karena jangan sampai terjadi kesalahan dalam mengeluarkan kebijakan.
“Sebenarnya ini bisa sinkron dengan program pemerintah pusat, karena Pak Jokowi paling senang terhadap relokasi pasar tradisional terutama menyangkut ketertiban pasar,” tuturnya.
Dia berharap ke depan, ada kajian yang mendetail terkait permasalahan di Pasar Cikampek, termasuk soal jumlah PKL yang ada, tempat relokasi sampai dengan hal yang paling teknis.
“Setelah itu baru dilakukan relokasi untuk penertiban. Karena sebenanrya yang namanya bahu jalan dan badan jalan itu tidak boleh dong digunakan untuk PKL. Kita berbicara secara aturan sajalah,” ucapnya.
Sebab menurutnya, jika kebijakan salah, bisa menimbulkan permasalahan yang besar, terlebih yang diurus itu adalah menyangkut hajat hidup orang banyak, menyangkut sumber mata pencaharian masyarakat.
“Saya juga tidak mau menyakiti hati mereka (PKL), karena memang dampak sosialnya akan sangat luar biasa. Tapi kalau relokasi disiapkan saya yakin mereka mau kok demi ketertiban dan kenyamanan Kabupaten Karawang,” ujarnya.
Pemekaran Cikampek
Disinggung soal pemekaran Cikampek menjadi kabupaten atau kota, Elievia enggan berkomentar banyak terkait hal itu. Pasalnya, dirinya tidak dapat memberikan komentar soal pemekaran Cikampek yang kini isunya sedang ramai diperbincangkan khalayak.
“Oh, untuk pemekaran Cikampek itu ya, maaf saya tidak bisa berkomentar soal itu, karena saya tidak bisa memberikan komentar mengenai isu pemekaran Cikampek ini. Nanti saja lah ya dibahasnya soal pemekaran mah,” katanya.
Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda ) Karawang Teddy Ruspendi Sutisna menyatakan, soal pemekaran Cikampek memang sudah lama bergulir. Mungkin para tokoh di sana sudah memperhitungkan.
“Sebetulnya kami dari Pemkab Karawang sudah memperhitungkan dan mendukung saja. Tetapi apa yang dikatakan Ibu Wakil Bupati betul, artinya dirinya bukan tidak mau, tetapi harus melalui persiapan yang matang. Jangan sampai nanti setelah dimekarkan justru berkurang dari segi pendapatan, segi pelayanan, maupun dari segi kesejahteraan masyarakat,” kata Teddy.
Dari sisi kontribusi pendapatan daerah, menurut Teddy, Karawang Barat masih mendominasi dibanding dengan Karawang Timur. Pasalnya, Karawang Barat di samping ada sektor industri, juga mempunyai sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor yang lain.
Ketika disinggung soal penyebab munculnya kembali keinginan berpisah dari kabupaten induknya, Teddy tak menampik ketika disodori alasan kurangnya perhatian terhadap Karawang Timur. “Barangkali begitu, ya,” jawab dia lugas.
Selanjutnya teddy menyatakan, akan menunggu perkembangan lebih lanjut terhadap guliran wacana pemekaran tersebut. “Kita wait and see lah. Hanya kita titip para tokoh untuk terus menginvetarisir lagi apa-apa saja yang harus dibutuhkan. Sehingga nanti kalau memang ada persetujuan pemekaran, semua sudah siap. Kalau kita sih no problem,” ujarnya.(gus/tof)








Posting Komentar