Musim Tanam Terganggu
TEMPURAN, Spirit
Para petani pemilik lahan di Kecamatan Tempuran, Karawang, kebingungan karena semakin sulit mencari buruh tani yang jumlahnya semakin berkurang. Hal tersebut membuat masa tanam mengalami penurunan.
"Setiap memasuki musim tanam padi para petani pemilik lahan semakin sulit mencari buruh tani, karena mereka semakin berkurang sehingga mempengaruhi waktu tanam,” kata Rokyuhun salah satu Gapoktan di Tempuran, kepada Spirit Karawang, Kamis (23/10).
Ia menuturkan, rendahnya minat menjadi buruh tani di Karawang akibat generasi muda banyak yang memilih menjadi buruh pabrik dan merantau ke Jakarta, Bandung, bahkan menjadi tenaga kerja Indonesia di luar negeri. “SDM para petani sekarang kebanyakan para manula, bukan lagi generasi muda,” ujar Rokyuhun.
Menurut dia, sebelumnya mencari 100 buruh tani untuk bertanam tiga hektare sawah cukup mudah. Kini mendapatkan 30 buruh sudah beruntung akibat jumlah mereka semakin berkurang. Rendahnya upah buruh tani memicu mereka untuk mencari penghasilan lain, dampaknya pemilik lahan kesulitan mencari buruh harian lepas tersebut.
"Petani berharap teknologi mampu mengurangi tetergantungan pada buruh tani, sehingga tidak memengaruhi musim tanam padi," katanya.
Sementara itu, berdasarkan Informasi yang diperoleh, yang mengalami kesulitan tenaga kerja pertanian bukan Kecamatan Tempuran, kecamatan lain seperti Kecamatan Cilamaya Wetan dan Kulon juga mengalami hal serupa kesulitan mencari buruh harian lepas.
Salah satu PPL di Kecamatan Cilamaya Kokom mengatakan, semakin sulit mencari buruh tani, karena sebagian generasi muda memilih bekerja di sektor lain seperti buruh bangunan dan kuli di Jakarta.
"Mencari buruh tani yanag usia produktif sudah semakin sulit, harapannya pemerintah menyediakan teknologi tani yang bisa mengurangi ketergantungan pada buruh tani, ujarnya.(yan)








Posting Komentar