TEMPURAN, Spirit
Angin kencang yang kerap melanda wilayah pesisir utara Karawang akhir-akhir ini, mengehentikan aktivitas nelayan Desa Ciparage Jaya, Kecamatan Tempuran. Akibatnya untuk sementara nelayan kehilangan mata pencaharian, karena tidak berani melaut jika cuaca terus memburuk.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, sebagian besar nelayan memilih untuk mendaratkan perahu dan alat tangkap jaring mereka di dermaga yang berada di muara yang berada di Desa Ciparage Jaya. Mereka pun kini beralih mencari kerang di pesisir pantai untuk di jadikan mata pencaharian mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari harinya.
Salahseorang nelayan yang ditemui Spirit Karawang, Rasdi (39), mengungkapkan, cuaca buruk yang melanda daerahnya akhir-akhir ini membuatnya ketakutan. “Kami terpaksa berhenti dulu melaut. Sambil menunggu cuaca membaik, waktu kami pergunakan memperbaiki jaring,” ujar Rasdi. Kamis (23/10).
Rasdi mengatakan, meski dengan para nelayan lain sudah sangat hapal dan tahu seluk beluk laut utara, namun akal sehat tetap dipakai. Kekuatan perahu yang biasa digunakan mencari ikan tidak sebanding dengan kekuatan ombak dan badai laut yang kini sedang terjadi.
“Kami tetap mengutamakan keselamatan diri ketimbang nafsu untuk melaut, walaupun sudah terbiasa pergi ke perairan yang jauh. Tetapi musibah yang terjadi, tidak mengetahui kapan akan terjadi, sementara perairan laut terlihat putih karena cuaca buruk,” kata Rasdi.
Menurut perhitungan Rasdi, sudah empat hari ini libur melaut. Selama itu nyaris tidak ada penghasilan. Jika sudah begitu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terpaksa berhutang kepada pemilik lelang. Kalau perlu menjual barang elektronik atau yang lain yang bisa dijual.
”Namun ketika cuaca baik, saya selalu berusaha menyisihkan uang pendapatan untuk ditabung dan digunakan pada saat kondisi laut seperti ini,” ujarnya.
Terhentinya aktivitas nelayan untuk melaut dibenarkan oleh anggota Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mina Karya Singaperbangsa Ciparage, Karwidi. Ia sendiri menganjurkan kepada para nelayan agar tidak melaut apabila cuaca buruk pada beberapa hari terakhir ini.
“Saya pikir keselamatan mereka lebih utama di bandingkan apapun. Kita menunggu sampai cuaca normal kembali," tutur Karwidi.(yan)








Posting Komentar