Karawang Spirit
Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 membawa suatu peluang sekaligus tantangan bagi perekonomian di daerah. Betapa tidak, melalui MEA akan terjadi integrasi yang berupa free trade area (area perdagangan bebas), penghilangan tarif perdagangan, serta pasar tenaga kerja dan pasar modal yang bebas, yang akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Karawang, Asep Junaedi mengatakan, dengan diberlakukannya MEA pada 2015, akan terjadi aliran bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terdidik dari dan ke berbagai negara di ASEAN. Untuk menghadapi era pasar bebas se-Asia Tenggara itu, lanjutnya, dunia usaha harus mengambil langkah strategis agar dapat menghadapi persaingan, tak terkecuali sektor UKM yang berada di daerah.
“UKM di Karawang yang masuk kategori industi rumahan terdapat sebanyak 35 ribu lebih. Tak kurang, 300 di antaranya menjadi mitra binaan dari Dinas Koperasi dan UMKM Karawang,” kata Asep di kantornya, kepada Spirit Karawang, Senin (24/11).
Menurut dia, untuk menghadapi persaingan, pelaku UKM mesti meningkatkan wawasan tentang MEA. Selain itu, sangat diperlukan peningkatan kualitas dan efisiensi produksi serta manajemen usaha yang baik, selain memperhatikan peningkatan daya serap pasar produk UKM hingga penciptaan iklim usaha yang kondusif. “Adapun persiapan UKM di Karawang dalam menghadapi era MEA 2015 sudah cukup baik. Kita terus berikan motivasi agar sektor tersebut siap bersaing.”
Masih menurut Asep, langkah Dinas Koperasi dan UMKM Karawang sangat mendorong sektor UKM untuk dapat berasaing baik secara kualitas maupun harga. “Kita dorong peningkatan kualitas barang dengan memperhatikan kuantitas, kesehatan dan kemasan barang. Hingga mengurus label halah dan barcode barang hasil produksi UKM sehingga dapat dipasarkan di Pasar Modern.”(fjr)








Posting Komentar