Lahanan Pertanian Berkurang

Kesalahan Masyarakat & Pemerintah

RENGASDENGKLOK, spirit
Komite Penyelamat Aset Negara (Komna PAN) memandang berkurangya lahan peretanian di Kabupaten Karawang merupakan akibat kesalahan masyarakat dan pemerintah setempat. Masyarakat dengan mudah menjual lahan pertanian mereka hanya dengan melihat harga tinggi dan pemerintah dengan mudahnya memberikan izin alih fungsi lahan.

“Saya merasa prihatin dengan lahan pertanian yang berada di kabupaten karawang, berdasarkan catatan dari BPS Karawang, hampir 300 ha per tahun. Lahan pertanian di Karawang telah beralih fungsi menjadi sejumlah pemukiman dan lahan industri," kata Wakil Ketua 1 Komnas-PAN), Sopyan (36), kepada Spirit Karawang, Minggu (23/11)

Kabupaten Karawang, lanjut dia merupakan sebuah daerah yang di kenal sebagai lumbung padi nasional. Namun, ujar dia, areal persawahan tersebut kini mulai terkikis oleh kemajuan zaman, untuk kepentingan pemukiman dan industri. 

Bila hal semacam itu tidak dapat di hentikan, ia khawatir lama kelamaan areal pertanian di Kabupaten Karawang akan habis, sehingga angka kemiskinan di daerah ini akan semakin tinggi. Menurut dia, masalah ini dipikirkan bersama antara Pemkab Karawang dengan masyarakat.

Sementara menurut Ketua DKD Komanas PAN Kabupaten Karawang, Leklih Jajuli, sebetulnya bukan hanya alih fungsi lahan yang mudahnya dilakukan, pemerintah juga sering kali membiarkan lahan terbengkalai. Ia mencontihkan, lahan yang di atasanya akan dibangun Pasar Tradisional Rengasdengklok, kini dibiarkan tanpa dimanfaatkan.

“Itu juga merupakan kesalahan besar. Kalau saja pemerintah membangunkan pasar tersebut tentunya akan dirasakan manfaatnya oleh warga. Pedagang kaki lima akan terurus dan tidak mengakibatkan kemacetan lagi di wilayah Rengasdengklok ini," katanya.(yan)

Share this video :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. POTRET KARAWANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger