KARAWANG,Spirit
Untuk pertama kalinya, SMAN 5 Karawang mengadakan Kursus Pembina Mahir Dasar (KPMD) secara mandiri yang diikuti 63 guru sekolah tersebut selama seminggu, dimulai Senin (13/10) kemarin sampai dengan Sabtu (18/10).
Pembina Pramuka dan juga Kepala SMAN 5 Karawang, Hj. Ati Suginanti, M.Pd. mengharapkan kursus ini bisa dijadikan wahana untuk menciptakan kreatifitas, dan pelaksanaan sistem dan pelatihan orang dewasa. Sebab kata dia,sesuai dengan undang-undang nomer 63 tahun 2014 menjelaskan bahwa setiap guru yang menjadi pembina pramuka harus mengikuti KPMD, agar setelahnya bisa memiliki legalitas dalam membina para siswa. Selain itu, kegiatan tersebut bisa dijadikan pelatihan untuk meningkatkan kualitas pembina sehingga ke depan sanggup menghasilkan anak didik yang berkualitas.
"Gerakan pramuka dengan UU Nomor 12 tahun 2010 berarti kiprahnya harus lebih mantap lagi dan menjadikan kepramukaan ini sebagai tempat untuk menghasilkan generasi muda yang berkarakter Bangsa Indonesia khususnya bagi siswa dan siswi SMAN 5 Karawang," ujar Ati.
Saat disinggung terganggu tidak proses belajar mengajar (PBM) di SMAN 5 Karawang karena hampir semua gurunya mengikuti pelatihan tersebut, Ati menegaskan PBM berlangsung secara normal sebagaimana biasanya meski siswa ditinggal oleh gurunya.
Pasalnya, guru yang ikut pelatihan Pramuka akan meninggalkan tugas yang harus dikerjakan siswanya supaya siswanya ada kegiatan belajar mengajar. Selain itu, siswa dan guru tetap bisa berkomunikasi karena tempat pelatihan Pramuka dilaksanakan di SMAN 5 Karawang. “Dalam kurikulum 2013, siswa diarahkan untuk belajar secara aktif dan mandiri meski tidak ada guru di dalam kelas,” ungkapnya.
Sementara itu, Muslih Hidayat selaku Wakil Ketua 5 Humas Kwartir Cabang (Kwarcab) Karawang yang bertindak sebagai salah satu pemateri kegiatan menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu revitalisasi gerakan pramuka untuk meningkatkan kualitas anggotanya.
Menurut Muslih, kursus pembina pramuka mahir tingkat dasar bertujuan untuk menumbuhkan semangat patriotisme pembina pramuka, membentuk mental, moral dan intelektual pembina pramuka, meningkatkan ilmu pengetahuan kepramukaan pembina pramuka, serta menciptakan karakter pembina pramuka yang lebih baik.
“Mudah-mudahan dengan dilaksanakanya KPMD selama sepekan dengan jadwal kegiatan yang padat dan pemateri yang handal tentang kepramukaan akan memberikan pengetahuan yang cukup kepada pembina pramuka. Sehingga diharapkan mereka bisa mengaplikasikan ilmunya kepada siswa,” harapnya. (tif)








Posting Komentar