AWALNYA pasangan suami-istri, Topan (28) dan Wasmiti (24), warga Babakan Jati, RT 01/03, Desa Cikampek Timur, Kecamatan Cikampek, menduga yang diderita anaknya, Faiz Altap Al-Fairuz (3), hanya penyakit biasa. Namun, ternyata tidak kunjung sembuh, bahkan dalam satu tahun setengah kondisinya terus memburuk.
Menurut ibunya, Wasmiti yang tinggal di kontrakan berukuran 3 x2 meter, anaknya Faiz semula hanya menderita sakit panas biasa, pada usia 1 tahun 2 bulan. Namun, tak kunjung sembuh dan akhirnya diketahui Faiz divonis oleh dokter mengidap penyakit akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (hydrocephalus).
“Mulai sakitnya di usia 1 tahun 2 bulan. Sejak itu, saya dan suami membawa Faiz ke Klinik dan RS. Akan tetapi, tetap saja seperti itu. Sakit panas Faiz juga disertai dengan kejang-kejang,” ungkap Wasmiti, Senin (20/10).
Faiz yang sudah satu tahun tubuhnya tidak bisa menerima makanan seperti bayi pada umumnya. Melainkan hanya bisa mengonsumsi makanan ringan sejenis bubur sereal.
Tak hanya itu, pengobatan Faiz juga terbentur dengan penghasilan orang tuanya. Topan yang yang bekerja sebagai teknisi kabel di PLN Cabang Cikampek, hanya mampu membeli obat-obatan yang ada di warung.
Menurut dia, anaknya sempat mendapatkan pertolongan dari pihak Pemkab Karawang. Dengan bantuan pemkab, dia dan suaminya telah membawa Faiz ke RSUD Karawang guna mendapatkan pengobatan.
“Berkat Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Pemkab Karawang, anak saya dirawat di RSUD Karawang selama 40 hari. Namun, tindakan dari RS hanya dikasih vitamin dan suntikan saja untuk mengurangi rasa sakit akibat kejang-kejang,” katanya.
Makin memburuk
Lebih jauh, Wasmiti mengatakan, kendati mendapatkan perawatan intensif dari pihak RSUD Karawang, kondisi Faiz tidak membaik, malahan makin memburuk.
”Awal masuk RSUD Karawang, kondisi badan Faiz besar. Akan tetapi, lama-kelamaan berat badannya terus menurun, dan setelah tidak ada perkembangan pihak RSUD memberikan rujukan ke RS Hasan Sadikin Bandung,” ujarnya.
Namun, selama dirawat di RS Hasan Sadikin, kondisi Faiz tidak menunjukkan kemajuan. Untuk itu, setelah dua minggu, Faiz dibawa pulang ke Cikampek.
”Ya setelah itu, Faiz hanya dirawat di rumah saja sampai sekarang. Terakhir kali saya membawa Faiz lagi ke RSUD Karawang untuk mendapat perawatan tetapi dianjurkan untuk dibawa pulang. Katanya percuma dirawat juga tidak akan ada kemajuan,” katanya.
Namun, Wasmiti tetap memiliki keinginan dan harapan sembuh untuk anak satu-satunya tersebut. Ia berharap, Faiz mendapatkan perawatan yang baik dan maksimal hingga bisa pulih kembali seperti sedia kala.
“Harapan saya untuk Faiz pengen sembuh total dan normal seperti anak-anak pada umumnya. Selama satu tahun setengah, Faiz hanya tergolek lemas tak berdaya di dalam kontrakan,” ujarnya. (gus)








Posting Komentar