Kemiskinan Picu Tingginya Kasus Bunuh Diri

KARAWANG, Spirit
Satuan Reskrim Polres Karawang mencatat, dalam dua bulan terakhir telah terjadi enam kasus bunuh diri di Kabupaten Karawang. Dua kasus di bulan September dan empat kasus di bulan Oktober. Motif bunuh diri kebanyakan diantaranya berlatar belakang tekanan batin akibat himpitan ekonomi. 

Korban pertama, berinisial SYD pria berusia 25 tahun yang berprofesi sebagai karyawan toko elektronik di Karawang,  warga Kelurahan Karawangwetan, Kecamatan Karawang Barat, pada tanggal 22 Juni 2014. Kedua, DES, ibu rumah tangga berusia 31 tahun, warga Kampung Lame, Desa Sukaluyu, Kecamatan Teluk Jambe Timur, pada tanggal 8 Agustus 2014. Ketiga KHD, wanita berusia 55 tahun, warga Desa Sampalan, Kecamatan Kutawaluya, pada tanggal  12 Oktober 2014. 

Keempat, berinisial FAS,  pria berusia 68 tahun, warga Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, pada tanggal  12 Oktober 2014. Kelima, AA, pria berusia 32 tahun, warga Perum Green Vilage, Telukjambe Timur, tewas  gantung diri di dalam sebuah kamar hotel, di Kecamatan Karawang Barat, pada 15 Oktober 2014. Keenam, ASN, pria berusia 68 tahun, warga Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, ditemukan gantung diri di rumahnya pada tanggal 18 Oktober 2014.

Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Doni Satria Wicaksono kepada Spirit Karawang mengatakan, dari informasi yang dihimpun anggotanya berdasarkan keterangan saksi  yang diperiksa, faktor  penyebab utama korban melakukan gantung diri adalah kesulitan ekonomi. 

Bahkan salah satu diantaranya, lantaran tidak punya uang, seorang pria harus hidup dengan penyakit selama bertahun-tahun, dan tidak kuat dengan rasa sakitnya, pria tersebut gantung diri.  “Penyebabnya kemungkinan besar memang faktor kesulitan ekonomi, sehingga mengalami depresi dan akhirnya memilih untuk mengakhiri hidup dengan gantung diri,” pungkasnya.

Tingginya kasus bunuh diri tersebut terlihat sangat ironis apabila dilihat dari data yang dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Karawang. Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) terhitung  semakin mengalami peningkatan. LPE  Kabupaten Karawang di awal tahun 2014 dengan memperhitungkan kontribusi sektor migas diperkirakan mencapai angka 8,81 % dengan tingkat inflasi sebesar 8,87 %. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Karawang mencapai 1,44 % persen dengan jumlah penduduk diperkirakan mencapai  2.230.641 jiwa.

Kondisi perekonomian rata-rata masyarakat Kabupaten Karawang yang cukup tinggi juga dapat terlihat dari kondisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) perkapita berlaku Kabupaten Karawang saat ini diperkirakan sebesar Rp. 35.585.400. Jumlah tersebut menunjukkan terjadinya peningkatan sebesar 11,68 persen dibandingkan dengan PDRB perkapita di tahun sebelumnya yang berada pada nilai Rp. 31.863.087.

Di sisi lain, angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Karawang ternyata turut menunjukkan pertumbuhan positif, yaitu berada pada angka 71,22, dengan komponen Angka Melek Huruf (AMH) sebesar 93,27 Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) sebesar 7,54; Angka Harapan Hidup (AHH) sebesar 67,34; serta Indeks Daya Beli Perkapita sebesar Rp. 637.590. 

Kondisi tersebut tentunya cukup menggembirakan mengingat IPM merupakan salah satu indikator pemantau pencapaian pembangunan manusia di suatu wilayah, yang telah dipandang strategis oleh kaum akademisi sebagai indikator yang menunjukkan tingkat keberhasilan pembangunan yang bersifat non fisik.(dit)
Share this video :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. POTRET KARAWANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger