Karyawan Garment Tewas Telilit Mesin Pemintal Benang

Purwakarta, Spirit 
Seorang karyawan pabrik PT Indopanca Centratex, Jatiluhur tewas setelah terlilit di sebuah mesin pemintal benang, Selasa (14/10). Saat ditemukan, tubuh korban, nyaris hancur setelah masuk ke mesin tersebut.

Korban kecelakaan kerja itu diketahui bernama Aisyah (34), warga Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur. Tubuh buruh perempuan yang diketahui sudah bekerja di perusahaan yang memproduksi benang itu sejak 11 tahun lalu, ditemukan tadi pagi saat pergantian jam kerja (shift) oleh temannya.

Asep (38), menjadi saksi yang pertama kali menemukan jasad Aisah. Pria yang merupakan rekan kerja satu gedung dengan korban itu mengaku kaget saat melihat tubuh temannya itu sudah dalam kondisi terlilit di mesin pemintal benang.

“Aisah ditemukan sekitar pukul 6.00 WIB. Saat itu masuk pergantian shift (Malem-Pagi). Saya kaget, tahu-tahu tubuh Aisah sudah masuk ke mesin pemintal,” ujarnya. Asep mengaku, Aisah saat itu mendapat jatah kerja shift malam dan akan berakhir pada pukul tujuh pagi. Dalam bekerja, biasanya dalam satu mesin pemintal benang itu diisi empat karyawan. Meski demikian, biasanya para buruh akan berpencar-pencar.
                                                     
“Sepertinya, saat kejadian tak ada orang di sini. Makanya, rekan kerja lain tidak mengetahui peristiwa tersebut. Bisa juga karena korban mengantuk,” jelas Asep. Dia menambahkan, saat melihat rekannya itu sudah masuk ke mesin pemintal, dia bersama karyawan lain yang kebagian masuk shift pagi langsung mematikan mesin pemintal yang saat itu masih menyala.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Tri Suhartanto membenarkan adanya peristiwa kecelakaan kerja itu. Setelah sebelumnya, jajarannya mendapat laporan dari masyarakat. Namun demikian, saat itu dari pihak perusahaan sendiri tidak melaporkan kejadian tersebut. “Ada laporan dari masyarakat, kami pun bergegas menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP,” jelasnya.

Tri menambahkan, sampai saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab tewasnya korban. Saat ini, jajarannya masih menghimpun barang bukti yang ditemukan do lokasi. Serta, meminta keterangan dari rekan kerja korban.

Dibagian lain, Maemunah, salah seorang keluarga korban menyayangkan sikap perusahaan yang tak memberikan kabar tentang Aisyah. Keluarga, baru mendapat kabar kondisi Aisyah ketika sudah dilarikan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta.

“Kami menyayangkan sikap perusahaan yang terkesan menutup-nutupi. Untungnya ada kabar dari rekan-rekan Aisyah. Mendengar kabar itu, kami langsung menyusul ke RSUD. Namun sayang, nyawa korban sudah tak terselamatkan,” ujar dia dengan raut sedih. (CR/tgh)

Share this video :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. POTRET KARAWANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger