Delegasi Kamboja Belajar Pertanian di Karawang

KARAWANG, Spirit
Keberadaan Karawang yang terkenal sebagai kota lumbung padi, ternyata bukan isapan jempol belaka. Ketenaran tersebut pun bukan hanya menjadi konsumsi masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat manca negara.

Sebagai buktinya, delegasi pemerintah negara Kamboja pada Rabu (22/10) datang mengunjungi Karawang. Kedatangannya tersebut bermaksud untuk melakukan studi tentang pengelolaan sektor pertanian masyarakat yang ada di Kota Pangkal Perjuangan. Mereka diterima oleh Sekretaris Daerah Teddy Rusfendi Sutisna, Kepala Bappeda Samsuri dan jajaran perangkat birokrasi lainnya. 

Salah satu perwakilan dan juru bicara pemerintah Kamboja, Mr. Lor Davuth menyatakan,  ingin mengetahui lebih jauh seluk beluk pengelolaan sektor pertanian masyarakat, sehingga menjadikan Karawang begitu terkenal sebagai lumbung padi.

“Karawang di negeri kami sangat dikenal. Sehingga, kedatangan kami ingin belajar dan berdiskusi untuk pengembangan pertanian di negeri kami,” ungkap Direktur Kementerian Manajemen Lahan Perencanaan Kota dan Konstruksi Kamboja dalam mengawali sambutannya.

Diakui oleh Davuth, pihaknya merasa kagum dengan pesatnya sektor pertanian dan industri di Karawang yang berjalan beriringan.  Sehingga, Karawang saat ini selain dikenal sebagai lumbung padi, juga ditasbihkan sebagai kota industri. 

“Banyak yang ingin kami ketahui dari Karawang ini. Mulai pertanian, pasar, perindustrian serta aspek lainnya. Bagaimana strategi sukses dalam mengelola lahan pertanian di Karawang sehingga sangat produktif,” katanya.

Sementara itu Ketua Organisasi Star Kampuchea Mrs. Chet Charya, berharap dengan kunjungan yang dilakukan ini Pemerintah Kamboja bisa mengadopsi dan menduplikasi sistem dan perencanaan pertanian serta produktivitasnya. 

“Kami sedang gencar melakukan pemberdayaan sektor pertanian. Harapan kami, dengan bertukar pikiran, ilmu yang kita dapatkan bisa kita implementasikan di negara kami,” paparnya. 

Sementara itu, Sekda Karawang Teddy Rusfendi Sutisna menjelaskan,  bagaimana lahan pertanian di Karawang ini bisa sangat produktif. Menurutnya pengelolaan pertanian bukan hanya bergantung pada kondisi kesuburan tanahnya saja,  namun juga terkait dengan ketercukupan air dan sumber daya manusia (SDM) petani itu sendiri.

“Petani-petani di Karawang sudah cukup cerdas dalam mengelola pertanian sehingga produktivitas hasil pertaniannya pun tinggi. Pemerintah juga melakukan kerja sama dengan lembaga sosial masyarakat yang berkompeten mengenai pengelolaan lahan pertanian,” ungkap Teddy.

Disampaikan pula oleh Teddy, kondisi Karawang dalam beberapa tahun ini sedang mengalami masalah penurunan produksi padi. Sementara di sisi yang lain terjadi peningkatan kebutuhan pangan. Salah satu penyebabnya banyaknya lahan pertanian yang sudah mulai tergeser dengan industri dan pertambahan penduduk di Karawang yang kurang terkendali. “Pemerintah pun akan segera mengatasi kecukupan kebutuhan pangan di Karawang yang mengalami peningkatan yang cukup pesat,” katanya. (top)


Share this video :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. POTRET KARAWANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger