KLHS Butuh Rp 300 Juta



KARAWANG, Spirit
Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Karawang, mengadakan acara ekspose untuk pembuatan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Karawang. Acara yang berlangsung di Restauran Indo Alam Sari ini, dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Karawang, Selasa (30/9).

Diungkapkan oleh Kepala Dinas BPLH Karawang Asikin, target diselesaikannya KLHS ini dalam waktu kurang lebih 4 bulan. KLHS, menurutnya berfungsi sebagai kontrol dan pengawasan untuk pembangunan Karawang yang berdaya dukung lingkungan. ”KLHS ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 harus segera ditetapkan,” ungkapnya.

Dalam pembuatan KLHS ini, kata Asikin, pemerintah daerah akan membutuhkan anggaran biaya kurang lebih Rp 300 juta rupiah. Dari besaran anggaran tersebut, salah satunya akan dipergunakan untuk membiayai konsultasi pembuatan KLHS dengan salah satu konsultan dari PT Reka Cipta Bina Semesta.

“KLHS ini akan menjadi salah satu fungsi kontrol dalam pembangunan, meskipun RTRW di Karawang sudah selesai maka tentunya nanti akan menjadi acuan untuk RTRW. Sehingga, RTRW tersebut, jika dipandang perlu nantinya harus di sesuaikan dengan KLHS,” kata Asikin.

Di kesempatan ekspose tersebut, Sekretaris Daerah Teddy Rusfendi Sutisna menyatakan adanya kemungkinan perubahan dari Rancana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Karawang. “Kemungkinan besar ada perubahan tata ruang Karawang dalam KLHS ini,” tuturnya.

Disayangkan oleh Sekda, dalam ekspose pertama KLHS ini tidak dihadiri oleh beberapa kepala Dinas dan instansi. Padahal, lanjut, Teddy seharusnya kepala dinas dan OPD hadir, untuk ikut memberikan penilain sebuah kebijakan dalam pembangunan Karawang kedepan.

“KLHS ini merupakan kewajiban untuk pembangunan Karawang yang berdaya dukung lingkungan. Sayang, justru beberapa kepala OPD malah gak hadir,” ungkap penuh kecewa.

Sementara itu, Cuk Kuswandoyo dari pihak konsultan PT Reka Cipta Bina Semesta mengatakan KLHS sangat berfungsi sebagai patokan dalam langkah kebijakan kedepan dalam pembangunan. Disaming itu, menurut Cuk, KLHS juga merupakan wadah evaluasi dalam pembangunan Karawang sebelumnya.

Untuk itu, sambungnya, dengan target penyelesaian selama tiga bulan, KLHS dapat berperan sebagai aktor penting dalam pembangunan Karawang. “Tentunya dalam penyusunan KLHS nanti, kita tidak mau terlihat hanya dari tebalnya saja, namun harus benar-benar berkualitas,” ujarnya.

Dipaparkan olehnya, kondisi tipologi Karawang terbagi dalam empat ekosistem. Ekosistem perbukitan, ekosistem urbanisasi dan industri, ekosistem persawahan, ekosistem tepian Citarum (riparian) dan pesisir. (top)
Share this video :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. POTRET KARAWANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger