Dr Puji Isyanto, SE, MM, Kepala Program Studi Magister Manajemen UNSIKA
MESKI harus mengorbankan hal yang lain yang lebih memberikan penghidupan ekonomi yang lebih baik, Dr Puji Isyanto, SE, MM, lebih memilih menjadi pengajar. Profesinya ini, telah menjadi pilihan hidupnya.
Anak ketiga pasangan H Jenali Amin dan Hj. Suswari ini, sebelum menjadi pengajar di Universitas Singaperbangsa Karawang (Uniska) – setelah lulus dari sekolah kejuruan (SMEA, waktu itu) – ia bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan tekstil di Kabupaten Karawang, tahun 1993. Tahun 1996 keinginan untuk terus menimba ilmu pengetahuan, telah mendorongnya – sambil bekerja – untuk kuliah di Fakultas Ekonomi Unsika hingga lulus pada 2000.
Atas prestasi dan capaian akademiknya yang baik, ia kemudian diberi kepercayaan menjadi dosen di almamternya itu. Tugas menjadi dosen, dijalaninya sambil tetap bekerja sebagai staff di perusahaan.
Atas dorongan mengembangkan keilmuannya, tahun 2004 ia kemudian melanjutkan studi strata 2 di Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ) Jakarta, dengan konsentrasi manajemaen pemasaran dan luluspada 2006. Kegiatan antara bekerja di sebuah perusahaan dan mengajar dilaluinya begitu saja.
Baru pada 2007 ia dihadapkan untuk mengambil pilihan antara menjadi tenaga pengajar atau memilih bekerja di sebuah perusahaan. Suami Ida Arina, SE, S,Pd ini akhirnya lebih memilih untuk menjadi pengajar hingga kini. Meskipun diakuinya, bekerja di perusahaan saat itu lebih banyak memberikan penghidupan ekonomi yang lebih baik. Menurut dia, menjadi pengajar lebih karena dorongan untuk membantu dan memajukan masyarakat Karawang di bidang pendidikan, selain mengembangkan keilmuan.
“Saya merasa prihatin atas kondisi indek prestasi pembangunan manusia (IPM) Karawang yang menduduki rengking terendah di Jawa Barat. Dan di antara indikator IPM itu adalah pembangunan di bidang pendidikan,” ucap pria kelahiran Brebes 7 September 1975 ini.
Oleh karena itu, ia memilih menjadi pengajar agar dapat memberikan kontribusi serta membantu dan memajukan pendidikan masyarakat Karawang. Alasan menekuni keilmuan manajemen, ayah Nabil Alhilal Jidan ini, manajemen adalah hal unik dan urgen untuk segala persoalan.
“Manajemen adalah hal multientri, yang sangat diperlukan dalam setiap bidang kehidupan. Tanpa manajemen, segala sesuatu itu akan menjadi kontra produktif,” ucap alumnus doktor Manajemen Pemasaran Universitas Pasundan (Unpas) Bandung ini.
Selain mengajar, ia juga banyak disibukkan menjadi narasumber dalam berbagai forum seminar baik di dalam maupun di luar negeri. Ia juga aktif di berbagai organisasi, antara lain menjadi pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dan Asosiasi Ilmu Manajemen Indonesia (AIMI).
Lahir dari keluarga dan lingkungan yang penuh keprihatinan, sebagai akademisi Puji tidak bak menara gading. Ia juga banyak terjun dan terlibat dalam kehidupan praktis serta konsen dan peduli terhadap kehidupan ekonomi masyarakat bawah.
Dia menyebutkan, UMKM di Kabupaten Karawang yang notebene adalah usaha ekonomi masyarakat bawah, sesungguhnya mempunyai potensi kekuatan ekonomi yang luar biasa, kalau dikelola dengan manajemen yang baik dan dengan kaidah-kaidah manajemen modern. Ia melihat, hampir semua pola pengelolaan UKM dan PKL di Kabupaten Karawang masih dikelola dengan sistem konvensional. Sehingga, UKMK tidak mempunyai daya saing dan selalu tersisih dalam kompetisi usaha, terutama menghadapi pelaku-pelaku usaha yang menerapkan manajemn modern.
Ia juga berpendapat, UMKM di Kabupaten Karawang mempunyai nilai yang strategis, karena, UMKM tidak hanya memberi keuntungan ekonomi bagi pelakunya, melainkan juga dapat menjadi solusi bagi persoalan pengangguran di daerah ini. “Bayangkan 98 ribu penggangguran terbuka di Kabupaten Karawang, berdasarkan data tahun 2013 sangat tidak mungkin diselesaikan hanya dengan mengandalkan dunia industri. Ditambah lagi 8.000 lulusan SLTA di dalam setiap tahun,” ucap dosen yang hobi menulis ini.
Sementara, katanya, daya serap tenaga kerja di sektor formal hanya 30 persen,dan sisanya harus berkiprah di sektor informal, baik menjadi pekerja maupun pelaku usaha itu sendiri. Oleh karena itu, keberadaan UMKM di Kabupaten Karawang mempunyai peran sangat penting baik untuk penyerapan tenaga kerja maupun mengerakan kehidupan ekonomi masyarakat.
Oleh karena itu pula, UMKM ke depan harus didorong dan dibina serta dilatih, terutama dengan sistem manajemen yang baik, sehingga keberadaannya mempunayai daya saing dan menjadi solusi atas berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat Karawang.
Di Kabupaten Karawang juga, katanya, perlu inventarisasi penggalian berbagai potensi ekonomi yang ada di setiap wilayah. Ia berharap di setiap wilayah daearha ini ada satu potensi ekonomi yang kemudian dibina dan dikembangkan hiungga menjadi produk unggulan wilayah tersebut.
“Harapan saya di setiap wilayah di Kabupaten Karawang cukup ada satu produk unggulan, one village one (OVO)product, yang kemudian dibina dan dikembangkan sehingga menjadi kekuatan ekonomi wilayah tersebut,”ucapnya. (Jaenal Abdin/Spirit Karawang)








Posting Komentar