KARAWANG, Spirit
Sebuah proses pendidikan tidak akan berhasil jika tidak ada penerapan disiplin kepada para siswa. Disiplin merupakan kemampuan memanfaatkan waktu untuk melakukan hal-hal yang positif guna mencapai sebuah prestasi, karena sejatinya kesuksesan yang diraih siswa tidak semata ditentukan kecerdasan IQ semata. Dengan penerapan disiplin yang secara holistik yang diterapkan di SMPN 3 Karawang, pada akhirnya mampu merubah citranya dari sekolah yang dikenal negatif menjadi sekolah yang berprestasi.
Demikian dikatakan Kepala SMPN 3 Karawang, H. Herman, M.Pd., saat mengawali perbincangan dengan Spirit Karawang seputar kedisiplinan siswa yang diterapkan di SMPN 3 Karawang, Senin (20/10).
Dijelaskan H. Herman, penerapan disiplin di sekolah tidak bisa hanya bersifat insidental dan seremonial belaka, tetapi penerapan disiplin siswa perlu dilakukan secara berkesinambungan dan proses yang cukup lama agar bisa melihat hasil yang nyata.
Oleh sebab itu, dia bersama tim guru di SMPN 3 Karawang dan didukung orang tua siswa betul-betul komitmen menerapkan kedisiplinan siswa dengan membentuk satgas guru dan satgas siswa, yakni tim gerakan disiplin sekolah (GDS) dan menerapkan absensi finger print, serta pengadaan CCTV di setiap sudut sekolah.
“Hasil absensi finger print siswa akan langsung diterima oleh orang tua siswa pada saat itu juga melalui sms,” kata Herman. Dengan sistem finger print dan CCTV yang dipasang disekolahnya, memudahkannya mengontrol siswa dalam menerapkan kedisiplinan.
Dia pun mencontohkan salah satu penerapan disiplin siswa yang terbantu dengan adanya CCTV dan finger print, yakni jika ada siswa terlambat masuk sekolah seperti yang sudah ditentukan yakni pukul 07.00 WIB, maka akan diberikan sanksi oleh satgas GDS dengan cara membersihkan area sekolah tertentu. Namun, apabila terlambatnya lebih dari pukul 07.15 WIB, maka siswa tersebut akan diberikan surat teguran untuk diberikan kepada orang tuanya.
“Tapi sebelum surat itu diterima, orang tuanya sudah mengetahuinya jika siswanya terlambat lebih dari pukul 07.15 WIB,” imbuhnya.
Lambat laun, lanjutnya, penerapan disiplin siswa di sekolahnya mulai membuahkan hasil yang cukup memuaskan, diantaranya sekolahnya meraih juara sebagai sekolah bersih dan sehat tingkat provinsi Jawa Barat, meraih juara juara umum pencak silat tingkat porvinsi Jawa Barat wilayah IV dan penulisan karya tulis tingkat provinsi Jawa Barat.
“Alhamdulillah, hal itu kami peroleh setelah menerapkan disiplin yang cukup ketat,” pungkasnya.
Senada dikatakan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 3 Karawang, Rika Pujilastri, S.Pd. Menurutnya banyak perubahan positif yang dialami siswa SMPN 3 Karawang setelah diterapkannya kedisiplinan yang cukup ketat diantaranya keterlambatan siswa masuk sekolah sangat diberkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya dan tidak lagi ditemukannya siswa yang bergerombol di pinggir jalan saat jam sekolah berlangsung. Selain itu, dia pun mengaku sering berkoordinasi dengan guru Bimbingan dan Konseling dalam menangani problem dan kendala siswa.
“Dalam menangani siswa, kami dan guru BK selalu berkoordinasi dengan orang tua siswa untuk mencari solusi problem siswa itu sendiri,” ujarnya.
Di tempat yang sama, seorang siswi kelas IX C yang tergabung dalam Tim GDS, Indri mengakui, penerapan disiplin yang cukup ketat di sekolahnya pada awalnya cukup merepotkannya apalagi saat ditugasi menangani siswa senior yang melanggar aturan, tetapi berkat arahan gurunya agar tegas menangani siswa tersebut, lambat laun dia mulai terbiasa dengan tugasnya sebagai Tim GDS.
“Kalau kita tegas dan menunjukkan leadership, lama-lama juga teman-teman lainnya akan mengetahui kalau kita itu benar-benar jadi panutannya dalam GDS,” tegas Indri. (tif)







Posting Komentar