KARAWANG, Spirit
Guna menanamkan pemahaman ajaran Islam, terutama tentang manasik haji sejak dini, DPD Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Karawang mengikutsertakan 7.745 siswa Raudhatul Athfal (RA) dari 220 RA yang tersebar se-Kabupaten Karawang dalam pelatihan manasik haji di Lapangan Karang Pawitan, Kecamatan Karawang Barat, Sabtu (18/10).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana, dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Karawang, H. Sopian, M.Si., serta Ketua DPD IGRA Kabupaten Karawang, Ade Rofiah, S.Pd.I.
Dalam sambutannya, Cellica mengatakan, dia sangat mengapresiasi dengan sikap dan kinerja para guru RA dalam membina dan mendidik generasi muda agar memiliki sikap dan akhlak yang baik. Saat ini yang sangat dibutuhkan adalah pendidikan karakter seperti yang diterapkan di sekolah-sekolah madrasah mulai dari tingkat RA hingaa MA.
“Di madrasah sejak dini anak-anak dibekali dengan pendidikan karakter yang berkesinambungan, sehingga kita akan kesulitan menemukan anak madrasah yang terlibat tawuran,” ucapnya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, dia berjanji akan memberikan perhatian lebih kepada madrasah dalam bentuk bantuan operasional guru dan sekolah, sehingga diharapkan dengan bantuan tersebut, madrasah akan semakin memperbaiki kualitas dan kuantitas pembelajarannya.
Selain itu, Cellica pun memberikan apresiasi terhadap DPD IGRA Kabupaten Karawang dan Kemenag Kabupaten Karawang melalui Seki Pendidikan Madrasahnya yang telah menjadi mitra pemkab Karawang dalam menyiapkan SDM yang berkualitas. “InsyaAllah ke depannya, setelah MI, MTs dan MA, kami akan memperhatikan kesejahteraan guru-guru RA melalui BOPF,” imbuhnya.
Sementara itu, H. Sopian, M.Si. mengatakan, dia mengapresiasi sikap dan perhatian Cellica terhadap perkembangan madrasah di Kabupaten Karawang, buktinya Cellica senantiasa hadir jika diundang pada kegiatan madrasah, termasuk saat kegiatan peragaan manasik haji oleh siswa RA.
Dijelaskan H. Sopian, Sayyidina Ali bin Abi Thalib membagi fase pendidikan menjadi tiga tahap, yakni tahap pertama adalah anak usia 0-7 tahun. Untuk anak seusia mereka, metode pendidikan yang diambil adalah dengan mengajak bermain. Anak pada usia tersebut merupakan usia bermain. “Oleh karena itu, kegiatan manasik haji ini meupakan kegiatan belajar sambil bermain,” ucapnya.
Sementara tahap kedua, yakni anak pada usia 7-14 tahun mesti diajari akhlak dan etika. Pada usia tersebut, pembentukan karakter mesti dilakukan agar mereka berkepribadian dan beretika, karena penanaman nilai-nilai terletak pada anak usia tersebut.
Sedangkan fase terakhir, jelas H. Sopian, yang dipesan Ali bin Abi Thalib kepada para orang tua, adalah anak usia 14 tahun ke atas. Cara pendekatan terhadap mereka adalah menemaninya. Orang tua menjadi partner bagi mereka. Ali RA.
Ditambahkan H. Sopian, RA merupakan sekolah selevel TK pada sekolah umum yang berciri khaskan agama Islam yang pendidikan karakternya sangan kental. Oleh sebab itu, RA dan sekolah madrasah lainnya yang sudah concern dengan pendidikan karakternya tidak akan gagap dengan kurikulum 2013 yang menitikberatkan pada pendidikan karakter. “Sebelum ada kurtilas, pendidikan karakter sudah diajarkan sejak dini di madrasah,” tegasnya.
Masih dikatakan H. Sopian, saat ini jumlah madrasah tingkat MA berjumlah 19, tingkat MTs berjumlah 28, tingkat MI berjumlah 137 dan tingkat RA berjumlah 179. Sedangkan untuk jumlah keseluruhan siswanya mencapai 61.288 orang dan jumlah gurunya mencapai 3188 orang. “Saya berharap ke depannya RA mendapat perhatian pemerintah daerah dalam bentuk BOPF,” harapnya.
Di tempat yang sama, Ketua IGRA Kabupaten Karawang, Ade Rofiah, S.Pd.I. mengatakan, diselenggarakannya kegiatan peragaan manasik siswa RA karena merupakan agenda tahunan program IGRA Kabupaten Karawang dan rapat pengurus IGRA pada bulan Agustus lalu.
Adapun tujuannya kegiatan tersebut, kata dia, untuk mempererat tali silaturahim antara guru RA se-Kabupaten Karawang, untuk terus mensosialisasikan lembaga RA kepada masyarakat Karawang dan pengenalan tata cara maupun peragaan manasik haji kepada anak didik RA sejak dini.
Selain itu, Ade juga menjelaskan saat ini jumlah RA se-Kabupaten Karawang berjumlah 179 lembaga yang sudah tercatat di Kemenag Kabupaten Karawang dan masih ada 50 RA yang sedang memproses perizinannya di Kemenag Kabupaten Karawang. “Ini membuktikan masyarakat sudah percaya dengan pendidikan yang diterapkan oleh RA,” ujarnya. (tif)
.jpg)







Posting Komentar